Bahtsul Masail NU Harus Sentuh Permasalahan Ekologis

0
1212

Semarang nujateng.com Menghadapi segala bentuk permasalahan ekolgis yang terjadi mendesak untuk segera dilakukan kajian fiqh yang membahas lingkungan. Hal ini disampaikan oleh KH. Arja Imroni saat mengisi kegiatan Pesantren Ekologi yang di adakan oleh Sajogyo Institute di Ponpes Sunan Gunung Jati Baalawy Gunung Pati Semarang, Minggu (6/1).

“Secara khusus dalam kitab-kitab fiqh yang membicarakan tetang lingkungan hanya baru berkaitan dengan Ihyaul Mawat. Tetapi sebenarnya jika fiqh ini kita kontektualisasikan pemahannya hampir semua bab ajaran dalam fiqh itu berkaitan dengan lingkungan. Hanya saja kesadaran kita yang belum sampai kesana,” ujarnya.

Kiai Arja juga mengakui bahwa selama ini NU dalam bahtsul masailnya belum menyentuh permasalahan ekologis yang menimpa masyarakat luas. Sehingga sangat dibutuhkan perhatian untuk mendapatkan perspektif dari kajian fiqh. Untuk menentukan sikap dalam menghadapi problematika ekologis.

“Sekarang penting (ekologis) saya kira perlu ada tambahan yang termasuk dalam Al Kulliyatul Khoms yang termasuk dhoruri, yaitu persoalan yang tekait khifdhul biah(menjaga lingkungan),” imbuh Dosen UIN Walisongo tersebut.

Kedepan Kiai Arja sangat berharap bahwa problematika ekologis yang menyebabkan dampak sangat besar ini untuk didorong generasi muda NU yang mempunya konsen perhatian terhadap permasalahan lingkungan.

“Saya kira inipenting untuk dimunculkan sebaai sebuah tawaran salah satu solusi secara fiqh untuk menekan agar orang tidak melakukan kerusakan terhadap alam semesta ini. Saya kira kita bisa melihat bagaimana kejahatan-kejahatan terhadap lingkungan itu kemudian merusak kehidupan manusia,” terang Kiai asal Batang tersebut.

“Meskipun NU belum banyak melakukan yang langsung berkaitan dengan lingkungan dan kerusakannya, saya harap sahabat-sahabat muda selalu memberikan masukan-masukan kepada para kyai kita agar suatu saat dapat merumuskan fatwa kelestarian lingkungan,” pungkas beliau. (Reporter: Mufti/Red: R-011)