Islam; Agama Welas Asih

0
598

nujateng.com Islam adalah agama keselamatan. Orang Islam diajarkan untuk saling menebar do’a keselamatan. Tidak hanya untuk sesama muslim, agama ini juga mengarahkan pemeluknya untuk menjadi rahmat atau penebar kebahagian bagi sekalian alam.

Namun nyatanya, sebagian kalangan, yang umumnya berasal dari dunia Barat, dan kalangan lainnya yang biasanya tidak memahami Islam secara seksama, memandang Islam sebelah mata. Bahkan, mereka mengalami Islamofobia atau ketakutan terhadap Islam.

Salah satu penyebabnya, seperti disampaikan oleh Karen Armstrong penyebab tumbuhnya gerakan ISIS dan sebangsanya, bersumber dari kekakuan pemikiran Wahabisme. Mereka menjalankan aksi di muka bumi dengan beringas, dan seakan-akan menjelma representasi umat Islam. Padahal, tentu saja, petunjuk dari Nabi Muhammad tidak demikian adanya. (hal.22)

Oleh sebab itu, orang Indonesia, khususnya kaum muslimin, memiliki tanggungjawab moral untuk menjaga negeri ini, dari pengaruh Wahabisme yang saklek dan eksklusif. Bibit-bibit Wahabisme mesti diwaspadai, karena di satu titik, bisa melahirkan gerakan-gerakan radikal yang sukar dikontrol. Tak hanya Wahabisme, aktivisme transnasional juga harus diawasi secara rigid. Sebab, mereka tidak memiliki akar kenusantaraan dan nasionalisme. Kecintaan mereka terhadap kedamaian dan kemajemukan masih perlu dipertanyakan.

Meski demikian, yang harus dilakukan bukanlah melakukan pemberantasan pada para pengikutnya. Justru, orang-orang yang sudah terlanjur nyemplung di sana, khususnya yang berkewarganegaraan Indonesia, perlu dirangkul dan diajak diskusi konstruktif. Bukan dipersekusi dan diintimidasi.

Bagaimanapun juga, Islam adalah agama yang damai dan tidak menginginkan pertikaian. Apalagi, terbukti kalau Islam memiliki percepatan penyebaran yang tinggi di Amerika Serikat dan Eropa (hal.53).

Islam ditebarkan dengan semangat kebencian dan penyerangan atau invasi yang tidak sesuai dengan akal budi manusia, mustahil perkembangan agama samawi terakhir ini bisa gencar seperti sekarang.

Aksi-aksi terorisme yang mengatasnamakan Islam jelas perbuatan para “pencoleng”  yang sudah terlepas dari nilai-nilai keislaman. Tak heran, terorisme menjadi salah satu objek yang paling dikutuk oleh umat muslim se dunia.

Dalam Festival Urs di India yang diadakan tahunan, misalnya, tak kurang para pengunjung yang berjumlah mencapai sekitar 70.000 selalu mengutuk beragam tindakan terorisme di kolong langit (hal.215).

Hal serupa dilakukan oleh kalangan muslim lain di penjuru dunia, sebagai penegasan bahwa terorisme atau tindakan menyakiti, bahkan membantai orang lain, bukan lahir dari rahim agama ini.

Secara umum, meski berbeda secara akidah, agama-agama di dunia tak henti memromosikan pentingnya toleransi. Ada banyak organisasi keagamaan maupun lintas keyakinan yang aktif menjalankan laku-laku bijak bestari semacam ini. Tujuannya adalah memupuk rasa kebersamaan dan memupus nyinyir pada agama yang berbeda (halaman 271).

Bahwa kalaupun tidak bersepakat pada hal-hal tertentu, semua orang pasti setuju akan kedamaian. Nilai-nilai humanisme selalu bersifat universal dan dapat disesap oleh siapa saja.

Hingga saat ini, organisasi keagamaan di Indonesia, yang lahir dan asli terbentuk melalui kearifan lokal nusantara, selalu berusaha merekatkan persatuan dalam kebinekaan. Meskipun, di tengah konstelasi politik dan sosial belakangan yang begitu hiruk pikuk, pekerjaan ini tentu tidak mudah.

Dibutuhkan energi yang banyak, termasuk untuk bersabar, menghadapi pihak-pihak yang kerap emosional melihat keadaan. Walaupun pula, harus selalu diiringi rasa syukur, karena hidup di Indonesia, dengan keimanan yang terjaga, dan kebebasan dalam mengimplementasikan keyakinan, adalah nikmat yang tiada tara. (Red: Rais/011)

Identitas Buku

Judul                     : Islamofobia

Penerbit                : Mizan Pustaka

Tebal                    : 352 halaman

Penulis                  : Karen Armstrong, Dkk

Penerjemah           : Pilar Muhammad Pabottingi

Cetakan                : Pertama, Agustus 2018

ISBN                    : 978-602-441-055-1

Penulis Resensi     : Rio F. Rachman

*Penulis adalah Dosen Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang