Antusias Pemuda Gabung Banser di Jawa Tengah

0
1885
Sejumlah pemuda di Jawa Tengah ikut Diklatsar Banser. Foto: Ansor Jateng

Semarang, nujateng.com – Fenomena antusias masyarakat untuk bergabung menjadi keluarga besar Gerakan Pemuda (GP) Ansor melalui Barisan Ansor Serbaguna (Banser) beberapa waktu terakhir kembali massif.

Meski belum lama ini, Banser sedang dilanda cobaan, dicaci bahkan diserang berbagai fitnah. Ternyata tidak mengurangi masyarakat terutama para pemuda untuk mengabdikan diri berjuang menegakan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) melalui Banser.

PJ Kasatkorwil Banser Jawa Tengah, Muchtar Ma’mun mengungkapkan, sebenarnya kaderisasi maupun penerimaan anggota baru melalui Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser setiap akhir pekan selalu digelar di berbagai daerah di Jateng. Meski saat ini disebut sedang sangat massif.

“Terkait massifnya fenomena masyarakat yang ingin bergabung menjadi Banser. Tidak mengejutkan sama sekali dan tidak menjadi fenomena baru buat kami. Karena dari dulu sampai sekarang minat masyarakat yang ingin gabung jadi Benteng NU, Benteng NKRI, Benteng para Kiai sangat tinggi,” kata Muchtar Ma’mun, Senin (5/11).

“Seperti saya sendiri yang memang sejak masih sekolah sudah gabung di Banser, saya Alumni Diklatsar tahun 1998,” sambungnya.

Dari data yang dimiliki Satkorwil Banser Jateng, pada Diklatsar Banser periode 2-5 November 2018 terdapat sejumlah 1.223 kader baru dibaiat menjadi Banser.

Jumlah tersebut tersebar di 6 kabupaten di Jateng, antaralain Kabupaten Tegal ada 275 peserta dinyatakan lulus, Kabupaten Kendal ada 280 peserta dinyatakan lulus, Rembang ada 54 peserta dinyatakan lulus, Klaten ada 210 peserta dinyatakan lulus, Banyumas ada 129 peserta dinyatakan lulus, Kabupaten Semarang ada 275 peserta dinyatakan lulus.

Menurut pria yang akrba disapa Naga Bonar, massifnya pemberitaan dan beredarnya fitnah terhadap Banser di media sosial beberapa waktu terakhir, tidak berpengaruh sama sekali terhadap minat masyarakat untuk mengabdi di NU melalui Ansor Banser.

“Masyarakat sudah semakin dewasa dan tahu mana yang baik dan mana yang buruk, mana emas mana loyang. Apalagi di tahun-tahun politik seperti sekarang, masyarakat sudah sangat paham dan tidak mudah untuk diprovokasi dengan fitnah-fitnah keji,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, Fahsin M Fa’al, mengungkapkan, bahwa masih besar dan makin masifnya masyarakat untuk bergabung dalam keluarga besar Ansor Banser, menunjukan bahwa kepercayaan umat masih tidak goyah.

Baik terkait gerakan untuk menegakan ajaran Aswaja An-Nahdliyyah, melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, maupun kesetiaan Ansor Banser untuk tetap tulus ikhlas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita diwarisi Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan oleh para ulama, maka akan kita kawal selamanya,” tujar Dosen IAIN Salatiga.

“Dan perlu ditegaskan, Ansor Banser dicaci tidak tumbang dipuji tidak terbang, karena pegangan kita adalah satu yaitu ikhlas,” tandasnya. (Ansor Jateng/009)