Pesantren Besongo Usung Kedamaian saat Gelar Upacara Hari Santri

0
760
Pengasuh Ponpes Dafa Besongo, Imam Taufiq dalam sambutannya saat upacara Hari Santri Nasional di halaman, Minggu (21/10)

Semarang, nujateng.com – Pengasuh Ponpes Besongo Imam Taufiq mengatakan santri itu sosok yang mengedepankan khidmah, pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. Hal itu disampaikan dalam rangka upacara peringatan Hari Santri Nasional ke-IV tahun 2018, Minggu (21/10).

Upacara Hari Santri Nasional yang digelar oleh pesantren Darul Falah Besongo ini mengingatkan kembali sejarah perjuangan para pahlawan, ulama, santri dan syuhada dalam merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan bangsa.

Imam Taufiq berharap agar santri Besongo bisa memberikan energi positif untuk melanjutkan estafet perjuangan para ulama.

Berkaca pada sejarah, keputusan Presiden tahun 2015 menetapkan Hari Santri Nasional berawal dari keluarnya fatwa Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober 1945 oleh Hadratussyaikh Hasyim ‘Asy’ari.

Lebih lanjut Hasyim Asy’ari mengatakan “Berperang menolak dan melawan penjajah hukumnya fardhu ‘ain (wajib dilakukan oleh tiap-tiap orang Islam)”.

Fatwa Resolusi Jihad ini memantik terjadinya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang kemudian disebut sebagai Hari Pahlawan Nasional. Perlawanan ulama-santri terhadap penjajah merupakan bentuk nasionalisme mereka untuk tanah air yang belakangan dikenal dengan cinta tanah air sebagian dari iman.

Menurutnya, sosok santri yaitu mereka yang belajar mendalami ilmu agama di pesantren dengan mengharapkan keberkahan dari kiainya. Hidup sederhana dibarengi spiritulitas tinggi melalui riyadhoh (tirakat) menjadikan dirinya kuat dan seimbang dalam hubungan vertikal kepada tuhannya dan hubungan horizontal kepada sesama manusia.

Dia menambahkan selain itu, mereka konsen menjalankan nilai-nilai pesantren yang mengedepankan sikap-sikap moderat, toleran, proporsional, dan lurus. Mereka juga mengabdi untuk masyarakat, bangsa dan negara dengan segala daya upaya dan potensi yang dimilikinya untuk menciptakan kedamaian, ketentraman dan kenyamanan orang lain dan masyarakat. (009)