Jaga Toleransi di Dunia Nyata dan Maya

0
394

Semarang, nujateng.com Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengingatkan keharusan menjaga toleransi sesama warga negara baik di dunia nyata maupun maya. Pasalnya sikap intolerasi selalu muncul di kalangan masyarakat.

“Radikalisme dan intoleransi muncul bersamaan di berbagai institusi. Kita harus mengajak mereka berdialog guna menjelaskan tanpa ada adanya persekusi agar mereka bisa kembali ke jalan yang benar,” ungkap Ganjar Pranowo saat memberi sambutan di Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Jawa Tengah bertemakan “Menyongsong Kemandirian NU Jawa Tengah, Menyongsong Satu Abad NU,” di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Selasa (02/10) siang.

Ganjar mengakui telah berulang kali melakukan komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) terkait radikalisme. Harus ditanggulangi dengan komunikasi orang terdekat.

“Butuh aktor-aktor yang bisa melihat nuansa kenyamanan, misalnya melihat ibu yang mengurusi anaknya,” tuturnya.

Di era globalisasi pun, sikap intoleransi semakin meluas ke dunia maya. Kata-kata yang keluar dari gawai tanpa filter.

” Kita butuh tabayun untuk menjelaskan setiap duduk permasalahan. Peran ulama sangat penting untuk cawe cawe perkara ini,” tambahnya.

Pria alumni UGM itu juga berniat membuat regulasi terkait penggunaan gawai untuk menekan candu pada anak-anak muda pada gawai.

“Karena anak muda hanya pegang gawai, melakukan streaming disitu unduh di situ. Ngaji mencari ilmu pengetahuandi situ. Kita punya pikiran ada batas anak umur berapa yang boleh memegang gawai. Regulasi tersebut juga mengatur permainan tertentu,” ucapnya.

Acara pelantikan dihadiri juga oleh Ketua Umum PBNU, K.H Said Agil Siradj, Ketua PBNU, Robikin Emhas, Wakil Katib ‘Am, Yahya Cholil Staquf, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin serta seluruh Rais Syuriah dan Ketua Tanfidiyah seluruh cabang se Jawa Tengah. (Rais/010)