PWNU Jawa Tengah dan NU Care-Lazisnu Jawa Tengah Bantu Korban Lombok

0
1131

Semarang nujateng.com Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada tanggal 5 April 2018 dengan kekuatan 7 skala richter mengakibatkan 515 korban meninggal, Luka-luka 7.154 jiwa dan ribuan rumah rusak dan rusak berat.

Pada tanggal 16 Agustus 2018, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengedarkan surat intruksi nomor surat 3068/C.I.34/08/2018 ke PWNU se-Indonesia dan PCNU se-Indonesia untuk ikut serta Perpartisipasi NU Peduli Lombok. Leading sektor penggalangan dana diperintahkan kepada NU Care-Lazisnu sedangkan pelaksanaan di lapangan oleh LPBI-NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim).

Berdasarkan intruksi tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengintruksikan kepada NU Care-Lazisnu Jawa Tengah sebagai penggalang dana dan LPBI-NU bersama Badan Otonom serta Lembaga di bawah PWNU yang terkait sebagai pelaksana di lapangan.
NU Care-Lazisnu Jawa Tengah bergerak dengan cepat bersama-sama Unit Pengelola Zakat Infak dan Sedekah (UPZIS) Lazisnu se-Jawa Tengah dalam waktu relatif singkat berhasil menghimpun dana sebesar Rp. 1.196.582.200,-
Pada Kamis (20/8/2018), PWNU Jawa Tengah bersama NU Care-Lazisnu Jawa Tengah memberangkatkan 7 (tujuh) orang terdiri dari anggota BAGANA, SERNU dan Relawan sesuai dengan keahlian yang diperlukan di lokasi bencana.

Pada Jumat (31/08/2018), PWNU Jawa Tengah bersama NU Care-Lazisnu Jawa Tengah dan seluruh Lembaga serta Badan Otonom (Banom) serta UPZIS NU Care-Lazisnu se-Jawa Tengah akan memberangkatkan logistik dan relawan Tahap Ke-II. Tim relawan ini beranggotakan 20 orang dengan kualifikasi yang diperlukan. Diantaranya tenaga medis, tukang kayu, tukang batu, trauma healing dan lain sebagainya.

Upacara pemberangkatan Relawan dan Donasi dilakukan di kantor PWNU Jawa Tengah di Jl. Dr. Cipto No. 150, Semarang. Pukul 14.00 WIB. Adapun selain jajaran PWNU, Banom, Lembaga dan Lajnah juga diundang Pj. Gubernur Jateng, Ketua MUI Jateng, Ketua Baznas Jateng, KaKanwil Kemenag Jateng, Ketua dan Anggota DPRD Jateng, Ketua-ketua Parpol dan Ormas tingkat Jateng, Ketua PCNU dan NU Care-Lazisnu se-Jawa Tengah serta stakeholders yang terkait.

Tim relawan selain ditugaskan untuk membantu korban gempa, juga untuk membawa dan mendistribusikan bantuan berupa 6 truk barang sesuai permintaan korban, 3 unit mobil ambulance dan berupa uang untuk recovery pasca bencana.
KH. Mohamad Muzammil, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, mengatakan “Kita sebagai anak bangsa adalah ibarat satu tubuh. Bila ada diantara kita terkena musibah maka kita juga turut merasakannya.

Karenanya menumbuhkembangkan sikap saling tolong menolong atau ta’awun diantara kita adalah sebuah keniscayaan. Berbuat baik kepada sesama umat manusia adalah ajaran dan tradisi luhur bangsa kita, bangsa Indonesia,” tuturnya. Selain kita berikhtiar sesuai kemampuan juga kita mendo’akan agar Alloh melindungi dan menyayangi kita bersama.

Kita mengenal konsep bahwa shodaqoh kepada sesama itu mampu menolak madlarat, lanjut Kiai Muzammil.
Kiai Muzammil juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang telah mempercayakan donasinya kepada PWNU Jawa Tengah melalui NU Care-Lazisnu Jawa Tengah. Sebagaimana yang Ia katakan, “NU adalah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang punya prinsip mewujudkan tata kehidupan yang lebih baik. Terima kasih atas kepercayaan yang diamanahkan kepada NU. Semua ini kita lakukan dengan baik dan hati yang tulus,” pungkas Kiai Muzammil.

Dalam kesempatan yang sama Direktur NU Care-Lazisnu Jawa Tengah, M. Mahsun mengapresiasi kinerja UPZIS NU Care-Lazisnu se Jawa Tengah yang tanggap terhadap seruan kemanusiaan terkait gempa Lombok ini. “Tahap recovery membutuhkan biaya yang sangat besar, untuk itu saya masih sangat berharap seluruh UPZIS dan JPZIS NU Care-Lazisnu se Jawa Tengah mengoptimalkan penggalangan donasinya untuk membangun Masjid, Musholla dan Pesantren yang hancur”.

Ia juga menyampaikan pesan agar disamping fokus untuk Lombok juga memikirkan untuk pendistribusian donasi di Jawa Tengah. Beberapa Kabupaten dilanda kekeringan, terdapat laporan dan permohonan bantuan air bersih dari beberapa pesantren, Masjid dan Musholla yang beberapa pekan ini sudah tidak ada air lagi. Untuk itu bersamaan dengan penyerahan bantuan untuk Lombok juga diserahkan bantuan air bersih ke Wilayah Kabupaten Grobogan dan Boyolali 60 Mobil Tanki kapasitas 5000 lt.

Sementara itu, terkait pemberangkatan tim relawan ini, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidullah Shodaqoh mengatakan, “Membantu saurdara-saudara kita di Lombok, NTB, bukan karena mereka yang butuh, tapi harus kita tanamkan dalam pikiran dan hati kita, bahwa dalam membantu, kita yang memang butuh membantu siapa saja yang sedang dalam kesulitan, maka dari itu, apapun yang menjadi kebutuhan di sana (baca; NTB) kita harus lakukan dengan ikhlas dan semangat,” kata Rois Syuriah yang akrab disapa Gus Ubaid itu. (Rais/010)