PWNU Jateng Berangkatkan Tim Siaga Bencana ke Lombok

0
1507
PWNU Jawa Tengah mengirim tujuh personil Tim Siaga Bencana ke Lombok NTB untuk membantu korban gempa bumi (foto: Emon)

Semarang, nujateng.com– Membantu saudara-saudara kita di Lombok NTB bukan dalam rangka mereka yang butuh, tetapi kita yang butuh membantu saudara-saudara kita. Jangan sampai kita berangkat kesana dengan niat membantu tapi justru merepotkan mereka, kita harus tahu apa yang dilakukan di sana.

Hal itu disampaikan Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh saat melepas Tim Siaga Bencana PWNU Jawa Tengah untuk berangkat ke Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kantor PWNU Jateng, Jl. Dr. Cipto 180 Kota Semarang, Senin (20/8/18) malam.

Kiai yang akrab disapa Mbah Ubed berpesan, dalam melaksanakan tugas kemanusiaan di NTB, tim PWNU Jawa Tengah tidak boleh meninggalkan kewajibannya, terutama shalat. Dalam keadaan apapun tim harus tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.

“Menurut Syafiiyah, sesampainya di NTB shalat tidak boleh di qadla, karena memang sudah diniati untuk tinggal di sana selama tujuh hari. Kewajiban shalat harus tetap dilaksanakan, bagaimanapun keadaannya di sana nanti,” tuturnya.

Ketua Tim Siaga Bencana yang diberangkatkan PWNU Jawa Tengah, Ujang, menyampaikan niatnya berangkat ke NTB, bahwa keberangkatan tim tersebut karena rasa ingin membantu saudara-saudara di NTB.

“Kita kesana lillahi ta’ala membantu saudara-saudara terdampak gempa bumi Lombok NTB. Kami berangkat tujuh personil dengan berbagai macam klasifikasi kemampuan terkait kebencanaan,” katanya.

Keberangkatan tim siaga bencana PWNU Jawa Tengah ini juga didukung oleh NU Care-Lazisnu Jawa Tengah.

“Kami NU Care-Lazisnu Jawa Tengah mendukung atas diberangkatkannya tim siaga bencana PWNU Jawa Tengah. Semoga dapat membantu saudara-saudara kita disana,” kata Ketua NU-Care Lazisnu Jawa Tengah, Muh. Mahsun. [Emon/002]