Menteri Agama Launching Hari Santri 22 Oktober

0
537
Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifudin saat membuka launching Hari Santri, Jumat (10/8/2018). Foto: Abdus Salam

Jakarta, nujateng.com – Mendekati hari santri pada 22  Oktober 2018 nanti, Kementerian Agama melalui Dirjen Pondok Pesantren hari ini, Jumat, (10/8/2018) melaunching dimulainya deretan acara yang akan diselenggarakan untuk memperingati hari santri yang ke 3.

Direktur Jendral Pendidikan Islam, Prof. Dr. Phil. H. Kamarudin Amin, mengatakan bahwa peringatan hari santri yang ke 3 ini akan dimeriahkan dengan berbagai macam acara, seperti yang akan dilakukan nanti sore ada Kopdar Akbar Santrinet Nusantara.

“Dengan peringatan hari santri ini nantinya peran santri dalam berproses dan bernegara akan lebih terasa,” ujarnya saat launching Hari Santri 2018 di Aula Kementerian Agama, jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat.

Peringatan Hari Santri tahun ini akan mengangkat tema “Bersama Santri Damailah Negeri”. Banyak kegiatan yang akan memeriahkan Hari Santri nantinya, ada  Car Free Day Bersholawat dengan Sabyan, Ngaji Ihya’ Ulumudin bersama Ulil Abshar Abdallah, Perkemahan Santri Nusantara dan juga ada Muktamar Pemikiran Santri Nusantara.

“Untuk puncaknya nanti akan digelar di Bandung yang Insya Allah akan dihadiri Presiden Joko Widodo,”jelasnya.

Sementara itu, ditambahkan Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifudin, bahwa makna santri itu harus dimaknai lebih luas, tidak hanya seseorang yang lulusan pondok pesantren, tapi harus lebih luas artinya.

“Santri itu mereka umat Islam yang tentu memiliki basis pengetahuan memadai dan berpikir terbuka serta menegakkan ajaran Islam dan mewujudkan rahmat bagi alam. Yang selalu berorientasi hidup  rukun dan damai,” jelas Menag.

Santri harus mempunyai kesadaran tinggi untuk tasamuf. Ciri utama santri adalah mereka yang cintanya kepada tanah air melalui ajaran agamanya.

Launching Hari Santri ini dibuka langsung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin, Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. Phil. H. Kamarudin Amin dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dr. H. Ahmad Zayadi. (Abdus Salam/003)