Dua Dimensi Kerja NU Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Girikusuma Mranggen

0
310
doc. NUJATENG TV

Pengasuh Pondok Pesantren Girikusuma, Mranggen, Demak, Simbah Munif al-Hadi menjabarkan dua dimensi kerja Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi masyarakat terbesar di Indonesia.

Pertama, menurut Mbah Munif, NU memiliki dimensi kerja yang berkaitan dengan akidah, madzhab, dan manhaj. Mbah Munif menilai bahwa masyarakat saat ini tengah mengalami degradasi moral yang sangat tajam. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya paham yang mengkafirkan NU.

“Seperti yang pernah saya sampaikan dalam koferwil NU Jateng di Purwodadi lalu, banyak yang mengkafir-kafirkan,” tutur Mbah Munif dalam pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Tengah, di Wisma Perdamaian Semarang  Sabtu (04/08/18) siang.

Selanjutnya Pria asal Demak, juga menyoroti generasi muda yang telah menyelesaikan pendidikan di Timur Tengah, namun tidak mau lagi membaca dzibaan, manaqiban, dan lainnya. Mbah Munif membandingkan dengan para ulama terdahulu. Mereka belajar di Timur Tengah namun sepulang ke tanah air, mereka masih mau manaiban, dzibaan, dan tahlilan.

“Saking pintarnya mereka jadi enggak mau tahlilan, dzibaan, dan barzanzi,” nilainya.

Dimensi kerja NU yang kedua menurut Mbah Munif ialah NU bersifat keummatan. Mbah Munif menilai bahwa NU harus memiliki kaki yang berpijak kuat untuk menyelesaikan persoalan keummatan. NU harus ikut masuk ke dalam wilayah-wilayah strategis agar bisa lebih optimal dalam memberdayakan masyarakat. (Kontributor : Fakhrudin/009)