Warga NU Jadi Contoh Warga Dunia

0
810
Dari kiri,Ketua MUI Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abu Hafsin dan Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidullah Shadaqah. Foto: Abdus Salam

Grobogan, nujateng.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Aqil Siradj menyerukan kepada seluruh warga Nahdhatul Ulama  (NU) agar menjadi  percontohan umat Islam di dunia dalam beragama.   Peran ini harus dilakukan oleh NU sebagai kekuatan organisasi keagamaan yang besar.

Menuju hari lahir yang ke-100 NU, harus berkontribusi terhadap masyarakat.  Apa yang dikontribusikan. Kita punya prinsip yang tidak  boleh bergeser dari prinsip ini.

“Harus mengaktualisasikan dan menempatkan diri kepada negara. Supaya bermanfaat dan  bermartabat agar ideologi aswaja dan nasionalisme semakin kuat,” ungkap Kang Said, panggilan akrabnya saat membuka acara Konferwil XV PWNU Jawa Tengah  dengan tema “Meneguhkan Kemandirian NU Jawa Tengah menyongsong se abad NU” di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Ngroto, Grobogan, Sabtu, (7/07/2018)

Ia menekankan  kepada peserta konferensi untuk memasukan tiga poin penting dalam setiap rumusan program kerja yang akan dilaksanakan di kepengurusan mendatang.

“Nilai-nilai program kerja harus mengandung nilai, mengentaskan kemiskinan, berkontribusi terhadap masyarakat misalnya dalam pendidikan, serta merekatkan masyarakat agar tidak terjadi segregasi sosial,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsqafah.

Pria asal Cirebon itu menyebutkan, salah satunya agenda ekonomi umat Islam Indonesia yang harus didiskusikan. “Warga NU dalam persoalan ekonomi harus berusaha menjadi teladan bagi umat islam Indonesia maupun internasional,” pungkasnya. (Rais/003)