Santri Diharapkan Membangun Perekonomian di Desa

0
412

Grobogan, nujateng.com – Barisan Muda Nahdlatul Ulama (Barada NU) Jawa Tengah mengadakan kongkow bareng dengan tema Santri dan Kemandirian Desa di Ponpes Miftahul Huda, Desa Ngroto, Gubug, Kabupaten Grobogan, Sabtu, (7/7).

Salah satu pemateri dalam kongkow tersebut, M Fadhlil Kirom menerangkan bahwa Syaikh Hasyim Asy’ari tak hanya berdakwah, namun juga turut mengembangkan desa melalui pertanian. Hal ini tertera juga dalam KTP Mbah Hasyim yang dinyatakan bekerja sebagai petani/guru agama.

“Dikatakan, KH. Hasyim Ay’ari pernah menyatakan bahwa petani adalah penolong negeri. Bukan hanya dalam perannya sebagai produsen bahan baku makanan (padi), namun juga dalam sejarah perjuangan,” kata Ketua Bidang Pertanian dan Pengembangan Desa PW GP Ansor Jawa Tengah.

Lebih lanjut dia menjelaskan dari fakta sejarah perlawanan pada era Diponegoro hingga Kiai Rifa’i Kendal, kesemuanya berprofesi sebagai petani. “Fakta lain, dalam sejarah Bung Karno, Marhaen berasal dari kaum petani. Dalam kepemimpinannya, semua program Soekarno pada umumnya bermuara dengan konsep pertanian,” tambahnya.

Fadhil juga mengatakan ini berbeda dengan Soeharto yang mulai program top down, mengenalkan GBHN, Repelita, desa-desa diseragamkan, pembangunan yang meminggirkan desa, dan desa hanya menjadi objek.

Ia memaparkan di era Gusdur sudah mengenalkan dengan otonomi yang diadopsi juga saat ini lewat UU Desa. Namun, dana desa yang sudah ada dalam APBDes belum mampu menciptakan sumber daya, menghasilkan konsep tenaga kerja di desa, memandirikan desa. “Saat ini, hampir semua dana desa digunakan untuk infrastruktur,” tuturnya.

Fadhlil Kiram juga mengingatkan, santri perlu kembali ke desa dan membangun perekonomian di desa.

“Kalau kita tidak kembali ke kampung, maka kampung akan diisi kelompok yang lainnya,” ucapnya.

Selain itu, Fadhlil mengingatkan tentang pentingnya wirausaha. “Santri harus ikut dalam perputaran ekonomi pasar. Jiwa kewirausahaan santri harus tumbuh,” tegasnya

Terakhir, dia mengatakan ada dua profesi yang memberikan berkah, pertama Ulama dan kedua Petani.

Kongkow tersebut turut dihadiri oleh Dr. Abu Choir, Sekretaris PW RMI NU Jawa Tengah, dan Sumardi, Tenaga Ahli Pendamping Desa Provinsi Jawa Tengah dan dipandu oleh Ketua Umum PKC PMII Jawa Tengah, Arif Hidayat.[Mushonifin/009]