PW Ansor dan Polrestabes Semarang Sepakat Cegah Gerakan Konsolidasi Eks-HTI

0
523
(doc. PW GP Ansor Jateng)

Gerakan Pemuda PW Ansor Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang setuju mencegah konsolidasi eks HTI yang masih celah untuk mencari simpati masa.

“Pentolan HTI masih berkeliaran bebas berjualan agama untuk penegakan khilafah dan mengganti Pancasila,” tegas Ketua GP Ansor Jawa Tengah, H Sholahudin Aly, di  halaman Mapolrestabes Semarang, Senin (30/7/2018) pagi.

Ansor menilai bahwa UAS hanya dijadikan domplengan belaka. Inti dari gerakan eks-HTI masih seperti pola lama, yakni dengan menggunakan kajian agama dan mencatut nama-nama ulama ahlussunnah wal jama’ah.

“Banyaknya kiai yang dicatut di pamflet untuk menarik masa dan nyatanya pentolan HTI manfaatkan untuk kepentingan politiknya,” kata Gus Sholah di depan ribuan anggota Ansor dan Banser di Mapoltestabes Kota Semarang.

GP Ansor tetap berkomitmen menjaga kondusifitas daerah dari berbagai ideologi yang merongrong keutuhan NKRI.

“Ansor dan Banser tidak akan memberikan ruang pada eks-HTI untuk bergerak bebas merongrong NKRI,” tandas mantan Ketua Korcab Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah ini.

Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Sugiharto Silalahi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ansor yang telah memberikan masukan pada Polisi. Selama kegiatan diskusi di Mapolrestabes juga berjalan dengan lancar.

“Terimaksih kepada Ansor dan Banser yang tetap setiap mengawal keutuhan NKRI dari rongrongan ideologi transnasional,” pungkasnya.

Pertemuan PW Ansor dan Polrestabes menyepakati tiga poin. Pertama, memonitor roadshow  Ustadz Shomad agar tidak dijadikan konsolidasi eks HTI, tidak boleh ada atribut dan kampanye HTI. Kedua, terpasangnya bendera merah putih   dan menyayikan lagu Indonesia Raya pada kegiatan tersebut. Ketiga, Ansor tetap berkomitmen menjaga kondusifitas daerah Jawa Tengah dari ideologi yang merongrong keutuhan NKRI.(ansor/009)