Halal bi Halal, PW Fatayat NU Jateng Dorong Potensi Kader dan Kuatkan Benteng Aswaja

0
550
Pengurus PW Fatayat NU Jateng melakukan foto bersama setelah acara Halal bi Halal di hotel Siliwangi. Foto : Gigih

Semarang, nujateng.com – Dalam rangka menegaskan peran perempuan di masyarakat, Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah  mengadakan Halal bi Halal sekaligus mensosialisasikan hasil Konferensi Besar (Konbes) PW Fatayat NU Jateng, di hotel Siliwangi Jl. Mgr Sugiyopranoto No.61, Pendrikan Kidul, Semarang Tengah, Kota Semarang, Ahad (15/7)

Ketua Fatayat NU Jateng, Tazkiyatul Muthmainnah mengatakan, bahwa sebetulnya ada banyak sektor dimana perempuan bisa mengambil peran di dalamnya. “Kami ingin mengibarkan Fatayat NU agar perannya bisa dirasakan masyarakat,” tegas perempuan yang akrab dipanggil I’in itu.

Dalam kepengurusannya, I’in menjelaskan, salah satu yang dilakukan Fatayat NU agar menunjukkan peran tersebut, para kader yang memiliki potensi dalam bidang tertentu didorong agar bisa aktif, baik dalam bidang pendidikan, politik, ekonomi atau yang lainnya.

“Kita mendistribusi kader sesuai potensinya. Kader-kader yang punya potensi kita dorong di dalam bidang manapun,” ungkapnya.

Dalam acara ini, pihak PW Fatayat NU bekerjasama dengan Manulife guna memberikan bekal kepada kader dalam hal literasi keuangan. Hal ini karena, kata I’in, perempuan Fatayat NU itu bermacam-macam dan memiliki potensi yang bermacam-macam pula.

“Kita support semuanya. Perempuan itu kalau di rumah kan jadi Menteri Keuangan,” katanya diiringi dengan senyuman.

Adapun sosialisasi Konbes, I’in menjelaskan, lebih ke penguatan struktur internal. Menurutnya, internal harus kuat terutama untuk menghadapi aliran-aliran Minhum.

“Kita melihat perempuan itu sebagai garda terdepan benteng Aswaja, karena selain untuk dirinya sendiri juga sebagai bekal untuk anak-anaknya,” jelasnya.

Dia menambahkan selain itu acara ini juga untuk konsolidasi organisasi bahwa kita Fatayat NU itu solid, Jawa Tengah.

Terakhir, perempuan itu kalau diorganisir dengan baik akan bisa menjadi kekuatan yang luar biasa. Oleh sebab itu pihaknya berharap agar para perempuan NU bisa mengasah kemampuannya dan mampu meberdayakan dirinya, keluarga, serta lingkungannya. [Gigih/009]