Diklatsar Wonosobo Menghasilkan Denwatser Terbanyak

0
896
TASYAKURAN ATAS DIDIKLATNYA ANGGOTA DENWATSER TERBANYAK SEINDONESIA
Wonosobo, nujateng.com – PAC GP Ansor dan Satkoryon Banser X-23-G Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo menggelar prosesi potong tumpeng. Itu sebagai wujud syukur atas terlaksananya Diklatsar Detasemen Wanita Banser, atau yang lebih akrab disebut Denwatser di Aula Balai Desa Wonokerto, Minggu (6/5).
Kegiatan Diklatsar Satkoryon Denwatser Kecamatan Leksono sendiri, telah dilaksanakan pada 20-22 April 2018, yang mana telah berhasil membaiat 137 anggota Denwatser.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Leksono, Hartoyo Susilo dalam sambutanya mengatakan bahwa Diklatsar tersebut telah mencetak kader denwatser terbanyak di Indonesia dalam lingkup kecamatan.
“Diklatsar yang telah kita ikhtiarkan ini, telah menghasilkan 137 kader Denwatser. Satkoryon Denwatser kita mempunyai kader paling banyak diseluruh Indonesia, dalam lingkup kecamatan,” ujarnya.
Hartoyo Susilo berharap nantinya kader-kader Denwatser sanggup melaksanakan tugas sesuai visi misi yang telah ditentukan.
“Semoha kader Denwatser ini sanggup menjalankan tugas sesuai visi misi yang telah ditentukan Cabang Wonosobo. Yaitu melakukan pengawalan ring satu tamu undangan putri, tamu VVIP Putri, Ibu Nyai, secara dekat, yang mana tidak bisa dilakukan oleh Banser,” tambahnya.
Dia mengatakan terbentuknya Satkoryon Denwatser yang pertama kalinya ada di Kabupaten Wonosobo ini, sesegera mungkin sanggup memantik terbentuknya Denwatser di kecamatan lain dan tentunya dilingkup Kabupaten.
Dalam Pertemuan Tiga Bulan tersebut, acara tasyakuran dilaksanakan secara simbolis dengan memotong tumpeng, dipimpin langsung oleh Diah Meila yang mana menjabat sebagai Kasatkorwil Denwatser DKI Jakarta.
Diah Meila memberi apresiasi tinggi dan mengungkapkan kebanggaan kepada Denwatser Kecamatan Leksono atas catatan jumlah anggota terbanyak di Indonesia.
Dia juga menekankan agar sesegera mungkin struktur kepengurusan Denwatser bisa dibentuk.
“Kalau bisa secepatnya di satkorcab Wonosobo agar bisa dibentuk strukturnya, untuk satkoryon Leksono juga, jadi ketika ada kegiatan, koordinasinya menjadi lebih mudah. Karena peran Denwatser ini sangat dibutuhkan dalam even-even kegiatan, terutama dalam mengawal tamu VVIP, Pejabat, maupun Mentri putri,” bebernya.
Meila sapaan akrabnya berharap agar PO ADART Denwatser secepatnya disahkan. Supaya dalam melaksanakan geraknya, Denwatser sudah mempunyai landasan hukum serta diakui sah secara administratif.
“Saya berharap nanti dalam Rakor maupun Konbes segera dimusyawarahkan tentang denwatser ini, dan disahkan PO ADART Denwatser, agar gerak kita itu bisa jelas dan diakui. Tidak pontang-panting,” katanya.
Lebih lanjut, dia juga menegaskan bahwa walaupun selama ini tidak ada batasan umur dalam denwatser – dalam arti ada anggota Fatayat dan IPPNU yang juga tergabung dalam Denwatser. Namun kader Fatayat dan IPPNU yang juga mengikuti denwatser tersebut, agar lebih mendahulukan aktif dalam kegiatan Fatayat dan IPPNU.
Dia menghimbau koordinasi antar banom juga dibutuhkan, supaya keadaan dalam tubuh NU secara umum tetap harmonis dan kondisional.
Kegiatan Tasyakuran tersebut, turut dihadiri perwakilan MWC NU Kecamatan Leksono, IPNU IPPNU Kecamatan Leksono, serta Fatayat dan Muslimat NU Kecamatan Leksono. Adapun setelah Tasyakuran selesai, ada acara Menggemakan yel-yel bersama dan dilanjutkan dialog interaktif seputar Denwatser bersama Kasatkorwil Denwatser DKI. [Dzuha/009]