PMWC Patebon Gelar Ujian Madrasah Diniyah

0
218

Kendal, nujateng.com – UJian Akhir Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (UAMDTUla) yang diselenggarakan oleh PMWC RMI NU Kec. Patebon Kabupaten Kendal, Minggu (8/4).

Dalam sambutannya, Ketua RMI Sihan Said mengatakan, dalam kehidupan keluarga peran orang tua memiliki posisi yang sangat strategis dalam membina kepribadian generasi penerus bangsa khususnya anak-anak.

Demikian juga dalam lingkungan sosial kemasyarakatan, pun memiliki andil dalam membina kepribadian generasi muda, sedangkan dalam lingkungan sekolah guru mempunyai tugas dan wewenang untuk membina kepribadian anak didiknya menuju anak yang berkepribadian baik.

Dia menambahkan dalam hal ini guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam membina kepribadian siswa-siswanya di sekolah. Maksud peran siswa di sini adalah pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri-ciri khas dari jabatan tertentu.

“Guru harus bertanggung jawab dari semua hasil belajar anak melalui kegiatan belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar. Guru juga harus mampu menciptakan suatu kondidsi belajar yang sebaik baiknya. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih,” ungkapnya.

Dia menceritakan mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup, sedangkan mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian melatih berarti mengembangkan ketrampilan-ketrampilan pada siswa.

“Itulah tugas-tugas yang harus dilakukan oleh guru sebagai tenaga profesi,” kata Ketua RMI NU.

Demikian juga yang terjadi di Madrasah Diniyah Takmiliyah, para guru dituntut untuk mengembangkan nilai-nilai hidup, ilmu-ilmu agama dan melatih berbagai keterampilan pada anak didiknya, sehingga siswanya mampu memahami, melatih diri dan mempratikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dia mengatakan peran Madrasah Diniyah dalam proses internalisasi ajaran-ajaran Islam dan tradisi-tradisi keagamaan yang berkembang hingga saat ini tidak dapat disambilalukan dengan begitu saja. Madrasah Diniyah memiliki andil yang begitu kuat dalam melestarikan pola pendidikan Islam yang berkelanjutan.

“Oleh karena itu peran Madrasah Diniyah ini tidak pantas diabaikan begitu saja ketika melihat kualitas Madrasah Diniyah yang semakin lama semakin baik,” tambahnya.

Terakhir Ketua RMI NU berpesan, sehubungan dengan berjalannya waktu yang semakin hilang akhlak-akhlak dan moral-moral anak bangsa ini.

“Madrasah Diniyah diharapkan mampu membenahi dan mampu mengembalikan keadaan anak bangsa yang berprilaku baik dan didalamnya terdapat akhlakul karimah dan budi pekerti yang luhur,” pungkasnya. [Azmajaya/009]