Santri harus Memiliki Life Skill

0
492
Prosesi Pelantikan Pengurus Koperasi, Unit Pengembangan Santri (UPS) dan Unit Kegiatan Santri (UKS) oleh KH Maksum Fadhil. Foto: Evie

Salatiga, nujateng.com – Saat terjun di masyarakat santri dituntut tidak hanya bisa ngaji tapi juga memiliki keterampilan seperti wirausaha, seni jurnalistik dan kepustakaan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ustadz Gunawan Laksono Aji, S.Pd.I., M.A. Pada sambutan Ketua PPTI Al Falah Salatiga dalam rangka Pelantikan Pengurus Koperasi, Unit Pengembangan Santri (UPS) dan Unit Kegiatan Santri (UKS), Sabtu (10/3/2018).

Ustadz Gunawan (sapaan) menambahkan, bahwa hasil dari keuntungan nantinya akan masuk sebagai kontribusi pengembangan pesantren.

“Dari pendapatan itu nantinya akan digunakan untuk mengembangkan usaha lain sehingga pesantren dapat maju dan mandiri,” tuturnya.

Ustadz Saefudin Zuhri, pada mauidhoh simpelnya memberi motivasi kepada santri untuk ikut berorganisasi di dalam pesantren maupun luar pesantren.

Dia mengatakan berorganisasi sebagai wadah penyalur bakat minat santri atau lebih keren disebut dengan istilah life skill. Kemudian menyambung tentang langkah-langkah yang harus ditempuh santri untuk meraih barokah mondok.

“Kalau santri mau jadi pintar, mutlak santri kudu sinau (harus belajar), kalau mau mendapatkan ilmu manfaat harus tirakat, riyadhoh. Kalau ingin ilmu barokah, harus hikmah ngabdi marang kyai lan bu nyai, ” jelas pria yang sekaligus Dosen di IAIN Salatiga. [Evie/009]