Tadarus Budaya PMII Mempertahankan NKRI

0
515
Ketua DPRD, Supriyadi membuka acara Tadarus Budaya PMII di Balaikota Semarang. Foto: Rifqi

Semarang, nujateng.com – Kedaulatan dan nasionalisme secara natural terbentuk dengan kuat dari budaya. Budaya sebagai akar terbentuknya suatu masyarakat dan negara. Mempertahankan budaya adalah bagian dari proses mempertahankan kedaulatan sebuah negara. Demikian diungkapkan oleh H Isdiyanto dalam sambutan Tadarus Budaya PMII Kota Semarang di Gedung Balaikota Semarang, semalam (07/02)

“Kita kalau ingin mempertahankan NKRI harus mempertahankan budaya. Maka, tepat bila pelantikan PMII Semarang ini dilanjutkan dengan tadarus budaya,” ungkap Isdiyanto.

“Budaya sebagai elemen yang membentuk masyarakat ini harus dipertahankan, modernisasi boleh memasuki masyarakat, namun akar budaya kita jangan sampai ditinggalkan. Dengan budaya kita akan lebih bersatu mempertahankan NKRI,” tegas pria yang menjabat sebagai kepala Kesbangpol Semarang melanjutkan sambutannya.

Tadarus budaya dibuka oleh Ketua DPRD Kota Semarang, H Supriyadi berlangsung hingga larut malam. Para kader dan senior yang hadir mengikuti hingga usai kegiatan.

Supriyadi berpesan agar PMII kritis dan tanggap terhadap perkembangan yang ada.

“PMII Kota Semarang harus bermanfaat bagi masyarakat,” kata Supriyadi membuka sambutannya.

“Dengan penduduk 1,6 juta, Kota Semarang kompleks sekali permasalahannya. Tidak hanya persoalan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan saja,” lanjut Pak Pri sapaan akrabnya.

Dia menambahkan tentunya koordinasi yang baik dengan para stakeholder yang ada dan para pemangku kebijakan mesti dilakukan. PMII jangan hanya berdiam diri, jangan hanya dijadikan gagah-gagahan saja,” paparnya.

“Kota Semarang ini sudah kondusif, semua jejaring sudah tersedia, ada layanan aduan secara online, bisa juga bertemu langsung. Maka, dari itu untuk menyelesaikan pendapat, kritik, saran ataupun aduan bisa lebih mudah dan cepat,” imbuhnya.

Tadarus budaya menghadirkan KH Budi Hardjono.

KH Budi Hardjono menuturkan tingginya budaya Indonesia hingga dipelajari oleh banyak bangsa dari berbagai negara.

“Jiwa-jiwa orkestra inilah yang melunakkan hati dan jiwa sehingga menjadikan bangsa ini rukun dan damai. Belanda, Yaman, Saudi dan banyak lagi orang dari berbagai belahan dunia ke Indonesia hanya untuk belajar kerukunan dan kedamaian,” paparnya. [Rifqi/009]