Kuliah Umum Kepondokan PP Durrotu Aswaja, Hadirkan Syeikh ‘Aun Dari Yordania

0
218

Semarang, nujateng.com – Modernisasi menuntut kemampuan pesantren dalam tata kelola dan membuat kemasan yang menarik tanpa meninggalkan kultur aslinya. Hal ini tak lepas dari prinsip dasar ke-NU-an yang diusung oleh pesantren. Pondok Pesantren Durrotu Aswaja menunjukkan hal tersebut dalam Kuliah Umum Kepondokan yang menghadirkan Syaikh ‘Aun Al Qadumi dari Yordania, Sabtu (10/02).

Pengasuh pesantren, KH Agus Romadhon menyatakan bahwa kuliah umum kepondokan  yang dilaksanakan di Masjid Ulul Albab Universitas Negeri Semarang Sekaran Gunungpati Semarang adalah bentuk keseriusan pesantren dalam memegang teguh ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah an Nahdliyyah.

“Pesantren NU memang harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada. Ini sesuai dengan prinsip Al Mukhafadzatu’alal qamidis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Mempertahankan tradisi lama yang masih relevan dan mengambil tradisi baru yang lebih relevan,” tambahnya.

Dia menambahkan kuliah umum kepondokan, Abasa dan beberapa pembaruan program pesantren adalah bagian dari adaptasi terhadap para santri yang mayoritas mahasiswa.

Kuliah umum kepondokan tidak hanya diikuti oleh para santri, namun mahasiswa yang kos tidak jauh dari kampus. Satu di antaranya, Hendra Rihmawan. Mahasiswa semester 8 fakultas teknik mengakui mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, bisa mendapatkan wawasan dan ilmu kepondokan dan keagamaan yang lebih. Ini dibutuhkan oleh mahasiswa yang tidak pernah di pesantren,” kata mahasiswa yang mengaku sering mengikuti pengajian yang diadakan oleh pesantren-pesantren yang ada di dekat Unnes.

Antusias yang sama ditunjukkan pula oleh salah seorang santri yang menjadi panitia, Imam Syarif Ainun Nizar, mahasiswa Fakultas Seni Budaya jurusan Seni Rupa 2015 “Kegiatannya sangat bagus sekali, meskipun dalam waktu yang relatif singkat bisa terlaksana dengan lancar, dan jumlah mahasiswa yang hadir juga di luar dugaan,” ungkap aktifis IPNU.

Hal senada diungkapkan oleh Vita Fadhila, mahasiswi Fakultas MIPA jurusan Matematika 2015, Alhamdulillah… Bangga bisa bisa kedatangan tamu agung dari Yordania.

Vita mengungkapkan sebuah kesempatan yang langka bisa mendapatkan ilmu agama secara langsung dari beliau.

Dia berharap agar selanjutnya bisa dihadirkan lagi ulama yang menyejukkan hati, jadi kalau ada kesempatan semoga bisa dihadirkan lagi, juga para masyayikh lainnya. [Rifqi/009]