Peduli Petani, PMII Temanggung Kaji Masa Depan Tembakau

0
581
Diskusi kader PC PMII Temanggung bersama Ketua Umum PC PMII Temanggung, Minggu (3/12/2017). [Foto: Ibda]

Temanggung, nujateng.com – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Temanggung, Jawa Tengah, mengkaji masa depan tembakau sebagai salah satu potensi lokal. Kegiatan ini dikemas dalam Pelatihan Analisis Sosial dengan tema “Tembakau sebagai Basis Ekonomi Rakyat Temanggung” pada Sabtu – Minggu (2-3/12) di SMA Islam Sudirman Tembarak, Temanggung.

Ketua Panitia, M Sirojul Umam, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti puluhan aktivis PMII dan mendatangkan sejumlah narasumber. “Kepedulian terhadap sumber perekonomian masyarakat Temanggung harus dibuktikan dengan mendukung pertembakauan yang berpihak pada rakyat,” tambah Mahasiswa Prodi Al-ahwal Al-syahsiyah Jurusan Syariah STAINU Temanggung.

“Pesertanya terdiri atas anggota komisariat PMII Trisula STAINU Temanggung yang  dilaksanakan pada 2-3 Desember 2017 di SMA Islam Sudirman Tembarak, Temanggung,” jelas mahasiswa semester akhir yang merupakan Sekum PC PMII Temanggung tersebut, Minggu (3/12/2017).

Untuk materi, menurut dia, mulai pengolahan tembakau pascapanen sampai tataniaga tembakau Temanggung. “Dalam materi juga dikaji soal regulasi pertembakauan nasional dan lokal,” katanya.

Dalam Pelatihan Analisis Sosial (Ansos) ini, panitia mendapuk PC GP Ansor Temanggung, Komisi D DPRD Temanggung serta DPRD Jateng M Hendri Wicaksono dan pengurus APTI Temanggung.

Banyak hal yang dikaji dalam pelatihan itu. Harapannya, mahasiswa peduli dan melek tentang metode pengolahan sampai kondisi politik harga tembakau, baik di lokal Temanggung maupun skala nasional.

Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Temanggung, Ahmad Liwaul Khakim, menegaskan bahwa komoditas tembakau merupakan sumber ekonomi mayoritas warga Temanggung, dan sudah membudaya di Temanggung. “Tujuan kegiatan ini jelas kami mengawal tataniaga sampai regulasi tembakau Temanggung,” kata dia.

“Dalam ansos, mahasiswa diajak mengritisi keadaan atau masalah tembakau dengan banyak pandangan dan mencari solusinya. Lewat forum itu, aktivis PMII berbicara tentang keadaan Temanggung mulai dari ekonomi, sosial, dan budaya,” ungkap Ahmad Liwaul Khakim.

Salah satu peserta, Wiwin, mengatakan bahwa sebagai mahasiswa harus kritis terhadap kondisi Temangggung. “Kita sebagai mahasiswa apalagi kader PMII wajib tahu akan keadaan lokal Temanggung. Bagaimana kondisi tembakau, apa masalahnya dan bagaimana kira-kira solusinya dan ikut andil dalam mengawal petani Tembakau Tembakau,” ujar mahasiswi Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung.

Lanjut dia, kita bisa menyalurkan ilmu yang didapat dalam forum ini ke masyarakat. “Ini loh, masalah  tembakau yang ada di Temanggung, mulai dari adanya monopoli sistem pertembakauan. Kemudian tidak adanya UU yang mengatur tentang tembakau dan proritas tentang pertembakauan,” tukasnya. [Ibda/009]