Kiai Ma’ruf Amin: Fiqih Sosial Jadi Solusi Masalah Kebangsaan

0
94
kuliah umum "Pendekatan Nalar Ushul Fiqh dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara", dalam rangka mmperingati Haul Kiai Sahal Mahfudh dan Kiai Mahfudh bin Salam di Ma'had Aly Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah, Rabu (6/12). siang

PATI, nujateng.com – Rois Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin (74) menegaskan  fiqih sosial  menjadi metode mencari solusi masalah-masalah kebangsaan.

Hal ini ditegaskan  Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada kuliah umum “Pendekatan Nalar Ushul Fiqh dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”, dalam rangka Haul Kiai Sahal Mahfudh dan Kiai Mahfudh bin Salam di Ma’had Aly Maslakul Huda di Kajen, Pati, Rabu (06/12).

Menurut Ma’ruf Amin, Kiai Sahal Mahfudh sangat berjasa besar dalam meletakkan pondasi kepemimpinan di Nahdlatul Ulama (NU) dan MUI.

“Pemimpin NU dan MUI yang sebenarnya itu Kiai Sahal Mahfudh, saya hanya penerusnya,” ungkap Ma’ruf Amin. Lebih lanjut, kepemimpinan Kiai Sahal sangat bagus dalam mengkompromikan imamah yang bisa mempersatukan mayoritas kelompok umat Islam.

Ma’ruf Amin menjelaskan, Kiai Sahal yang memulai membangun Imamah tersebut, yakni di NU dan MUI.

“Selama ini, belum ada Imamah Syakhsyiyyah, yang ada hanya Imamah Nahdliyyah, Muhammadiyah, dan yang lain. Bagaimana mewujudkan Imam yang bisa mengkoordinasikan? Maka harus ada Imamah Institusionaliyyah, atau pemimpin kelembagaan,” tambah pria asal Banten itu.

Di Indonesia, ungkap Ma’ruf Amin, ada dua arus besar dalam cara pandang umat Islam, yakni kelompok yang tekstualis dan liberal. “Kelompok tekstualis, disebut Imam al-Qarafi, sebagai Al-jumud ala al-manqulat.  Terjebak pada teks yang statis, maka jadi stagnan,” tutur Pengasuh Pesantren di Tanara, Banten.

“Kelompok tekstual, ada stagnasi dan statis. Ini jika ada masalah yang tidak ada rujukannya di kitab kuning, maka mauquf. Maka terjadi kekosongan rujukan dalam berfatwa, atau mensikapi masalah,” tukasnya.

Acara tersebut dihadiri sesepuh Pesantren Kajen dan Rais Syuriah PCNU Pati, KH. Aniq Muhammadun. Ketua Rabithah Ma’ahid PBNU dan Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, KH. Abdul Ghaffar Rozien, M.Ed, dan  dosen Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) dan perwakilan beberapa pesantren di Jawa Tengah.[009]