Ketum GP Ansor: Yang Waras Jangan Ngalah

0
136
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) GP Ansor Angkatan VI, di Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Leteh, Kabupaten Rembang, Rabu (6/12). [Foto: Ansor]

Rembang, nujateng.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, Ansor tidak akan pernah berhenti melawan pihak-pihak yang mengganggu NKRI, memecah belah persatuan dan keberagaman bangsa Indonesia.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) GP Ansor Angkatan VI, di Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Leteh, Kabupaten Rembang, Rabu (6/12).

“Ansor tidak akan pernah berhenti untuk menjaga Indonesia dari semua gerakan yang mengancam persatuan dan keberagaman Indonesia. Memecahbelah umat beragama, merongrong NKRI, dan gerakan yang ingin menegakkan  khilafah,” tegasnya.

Gus Yaqut, sapaan pria asli Rembang ini, mengatakan, sikap GP Ansor tersebut sejalan dengan tema kegiatan “Yang Waras Jangan Mengalah“.

“Tema itu sebagai bentuk penegasan sikap Ansor yang tidak diam ketika paham kebangsaan Indonesia diganggu. Makanya, yang waras jangan ngalah,” tandas Gus Yaqut.

Ia memberi contoh, misalnya ketika Ansor dihujat saat menjaga gereja. Menurutnya, yang dijaga Ansor pada hakikatnya bukan gereja, melainkan menjaga komponen bangsa yang pernah bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Gus Yaqut mengatakan, Ansor tidak hanya menjaga gereja. Jika diminta untuk membantu menjaga keamanan ibadah umat beragama lain pun, Ansor siap turun bersama.

Namun ia menekankan, apa yang dilakukan oleh Ansor itu, tidak berlaku selamanya.

“Ansor akan berhenti melakukan hal yang demikian, apabila para penebar teror yang mengancam keutuhan NKRI binasa dari negeri ini,” kata Gus Yaqut.

Pada kesempatan itu, Gus Yaqut berpesan kepada seluruh kader Ansor, termasuk di dalamnya Banser, untuk tidak berkecil hati ketika dihujat, hanya karena ingin menjaga Indonesia.

Sebab, menurutnya, para kiai yang sudah jelas mutu keilmuan dan kerendahhatiannya juga dihujat ketika bersama mempertahankan keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila. [Ansor/009]