Sambut Hari Santri Nasional, PCNU Semarang Ziarah Makam Mahaguru Ulama Nusantara

0
1003
PCNU Kota Semarang menyambut Hari Santri Nasional dengan berziarah ke makam ulama di Kota Semarang, Kamis (19/10/17) sore. [Rifqi]

Semarang, nujateng.com- Hari Santri Nasional dipandang sebagai momentum yang penting dalam mengingatkan bangsa ini bahwa ulama Indonesia memegang teguh kebangsaan.

Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari merupakan salah satu peran nyata ulama dalam menjaga keutuhan NKRI. Demi mengajarkan hal tersebut kepada para kader NU, PCNU Kota Semarang menyambut Hari Santri Nasional dengan berziarah ke makam ulama di Kota Semarang, Kamis (19/10/17) sore.

Makam ulama yang diziarahi yaitu KH. Saleh Darat dan KH. Ridwan Mujahid, kedua ulama tersebut yang terekam kiprahnya dalam sejarah bangsa ini. KH. Saleh Darat merupakan Mahaguru Ulama Nusantara, guru dari KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan dan R.A. Kartini. Sedangkan KH. Ridwan Mujahid merupakan sesepuh Nahdlatul Ulama asal Semarang.

Pendiri NU
Ridwan Mujahid juga murid dari KH. Saleh Darat. Selain itu juga merupakan salah satu Pendiri NU yang masih keturunan ulama dari Lasem dengan urutan KH Ridwan bin KH Mujahid bin KH Baidlawi bin Kiai Abdul Lathif bin Kiai Abdul Bar bin Kiai Abdul Alim bin Sayyid Abdurrahman (Mbah Sambu Lasem). Makam KH Ridwan Mujahid berada di Tempat Pemakaman Umum Bergota, sebelah selatan Makam KH Sholeh Darat, satu area makam keluarga H. Abu Bakar Kauman.

Oleh para pendiri NU, KH Ridwan Mujahid diberi amanah sebagai Musytasyar Syuriyah dalam struktut Pengurus NU periode pertama bersama dengan KH Muhammad Zubair Gresik, KHR Muntaha Bangkalan Madura, KH Mas Nawawi Sidogiri, Syaikh Ahmad Ghonaim Al Mishri, KHR Asnawi Kudus dan KH Kamal Hambali Kudus. Adapun Rois Akbar dipegang oleh KH M Hasyim Asy’ari dan Katib KH Abdul Wahab Chasbullah.

Keberadaan KH Ridwan Mujahid dalam struktur NU semakin membawa daya tarik bagi masyarakat Semarang. Maka KH Ridwan Mujahid mengajak KH Abdullah dan KH Showam untuk mendirikan NU Kota Semarang. Tepat tanggal 24 April 1926, pengurus NU Cabang Kota Semarang berdiri dan dilantik oleh Katib Syuriyah KH Abdul Wahab Chasbullah.

Ketua PCNU Kota Semarang KH. Anashom menjelaskan, bahwa jasa Kiai Ridwan ini sangat besar dalam dakwah dan perjuangan kemerdekaan. “Kiai Ridwan ini termasuk ulama yang melahirkan generasi-generasi emas,” katanya.

Lebih jauh Kiai Anashom menerangkan tentang Kiai Saleh Darat yang belakangan banyak dijadikan objek penelitian untuk penulisan disertasi. “Keilmuan Kiai Saleh ini luar biasa, sekarang ini banyak menjadi bahan penelitian. Salah satu yang mendapat gelar doktor dari ilmu mbah Saleh Darat ini katib syuriah PCNU Semarang, Pak In’am,” paparnya. [A. Rifqi Hidayat/002]