Ini Pesan Habib Mahdy Alatas di Haul Kiai Masruri Mughni

0
664
SAMPAIKAN TAUSIYAH: Syeh Tazakhani, mursyid Thoriqoh At-Tijani dari Maroko menyampaikan tausiyah di depan ribuan umat yang menghadiri haul Ke-6 KH Masruri Mughni di pondok pesantren Al-Hikmah2, Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes. Foto: Agus F

Bumiayu, nujateng.com – Ribuan orang menghadiri Haul Ke-6 KH Masruri Mughni di Masjid An-Nur yang terletak tepat di tengah-tengah kompleks Pondok Pesantren Al-Hikmah 2, Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Kamis (21/9/2017).

Ketua Panitia Pelaksana, KH Itmamuddin Masruri menyampaikan terima kasih kepada umat Islam yang tetap mengingat Almaghfurlah KH Masruri Mughni, pendiri pondok pesantren Al-Hikmah2.

“Sudah enam tahun Abah wafat, tetapi yang menghadiri upacara haul tidak makin berkurang tetapi makin bertambah,” katanya.

Habib Mahdy Alatas dari Jakarta dalam tausiyahnya menjelaskan, seseorang yang diperingati hari wafatnya pasti karena mempunyai nilai jasa kebaikan dan kelebihan di masa hidupnya. “Nggak ada orang jahat yang kematianya dihauli atau diperingati,” kata Habib Mahdy disambut tawa hadirin.

Menurut Habib, jika ada orang atau kelompok yang tidak suka upacara haul, ziarah dianggap musrik, dzibaan, barzanji, manakib dan lain-lain dianggap bid’ah tidak usah ditanggapi dan digubris dan ditanggapi.

Acara haul dimulai pukul 13.00 setelah shalat Duhur diawali dengan tahlil dipimpin, KH Ahmad  Sidiq, sambutan Ketua PBNU KH Masyhudi Syuhud dan tausiyah oleh Habib Mahdi Alatas dari Jakarta dan Syeh Tazakhani, mursyid Thoriqoh At-Tijani dari Maroko.
Pagi harinya para alumni menyelenggarakan Seminar Kebangsaan di Gedung Olahraga (GOR) Al-Hikmah2 dan seaman Alquran 30 juz sekaligus khataman.

Sementara itu, Syeh Tazakhani, mursyid Thoriqoh At-Tijani dari Maroko mengajak umat Islam Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas ibadah kepada Tuhan Yang Esa. Meningkatkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathoniyyah. Dia juga mengingatkan agar umat jangan jauh-jauh dari ulama.

“Karena ulama lah yang akan membimbing umat menuju jalan kebaikan,” jelasnya.

Kiai Masruri meninggal dunia 20 November 2011 usai menunaikan ibadah haji dan dimakamkan di Kuburan Baqi Madinah.  (Agus Fathuddin/003)