NU Jawa Tengah Ajak Semua Cabang Aksi Tolak FDS

0
1588

Semarang, nujateng.com- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah secara resmi menginstruksikan kepada semua ketua pengurus cabang kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk mengkoordinir Banom dan lembaga NU serta semua elemen masyarakat supaya bersama-sama melakukan aksi penolakan kebijakan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Dalam surat yang dikeluarkan pada 4 Agustus 2017 itu, PWNU Jawa Tengah meminta kepada semua pengurus cabang NU (PCNU) supaya mengirimkan surat kepada Bupati/Walikota dengan tembusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat tentang Penolakan Kebijakan dan Pemaksaan Pelaksanaan Lima Hari Sekolah.

Selain itu, PWNU Jawa Tengah meminta kepada PCNU supaya mengkoordinir badan otonom, lembaga, serta masyarakat umum untuk melakukan aksi penolakan secara massif di seluruh wilayah Jawa Tengah. Aksi penolakan dilakukan dengan tertib, menjunjung tinggi akhlaqul karimah dan meminta restu serta dukungan kepada para kiai dan tokoh NU setempat.

Surat instruksi dengan nomor PW.11/576/C/VIII/2017 itu dikeluarkan atas desakan dari warga Nahdlatul Ulama serta banyaknya pengaduan korban kebijakan lima hari sekolah kepada PWNU Jawa Tengah.

Aksi penolakan full day school (FDS) sendiri di Jawa Tengah sudah dilakukan di sebagian kabupaten dan kota, seperti di Kota Semarang pada 21 Juli 2017 yang dikoordinir Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) Jawa Tengah, di Alun-Alun Purwokerto yang diselenggarakan PCNU Kabupaten Banyumas, dan akan disusul PCNU di kabupaten dan kota lainnya di Jawa Tengah. [AR/002]