Mahasiswa Diminta Perangi Radikalisme

0
624
Menerima Penghargaan: Rektor UIN Walisongo diwakili Wakil Rektor I Bidang Akademik Musahadi bersama Wakil Rektor II Prof Imam Taupiq menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Foto: Istimewa

Semarang, nujateng.com – Kasi Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Ruchman Basori meminta mahasiswa untuk memerangi radikalisme. Tak hanya radikalisme, kata Ruchman, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam memerangi terorisme dan korupsi.

“Radikalisme, terorisme dan korupsi adalah musuh utama bangsa ini. Karenanya mahasiswa harus menjadi garda terdepan untuk melawannya,” katanya, saat memberi orasi kebangsaan pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaaan (PBAK) UIN Semarang, Senin (21/8/17) siang.

Ruchman menyampaikan itu di hadapan ribuan mahasiswa baru peserta PBAK UIN. Sebelum mendengarkan orasi, 3.844 mahasiswa itu membuat papermob dengan membentuk 13 variasi tulisan dan simbol. Dari papermob itu, UIN Semarang mendapat penghargaan Rekor Muri ke 8055 dari Meseum Rekor Dunia.

Generasi Muda

Ruchman berpandangan, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh mahasiswa saat ini. Baik atau buruk bangsa Indonesia sangat ditentutkan generasi muda. Karenanya mahasiswa harus mempunyai wawasan Islam yang moderat, damai dan toleran, kritis serta peka nurani terhadap persoalan bangsa.

Pembukaan PBAK UIN Walisongo sendiri dihadiri seluruh civitas akademika. Tampak hadir Wakil Rektor 1 Dr Musahadi, Wakil Rektor II Prof Imam Taufiq, Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama Adnan, Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Priyono, serta Para Dekan dan Pimpinan Organisasi Kemahasiswaan. [Ceprudin/005]