Hadis Kewajiban Umrah dalam Kitab At-Tirmisyi

0
287
[Foto: http://ghamraoui.com]

Oleh: Mukhamad Ali Masruri
(Alumni Pondok Pesantren APIK Kaliwungu Kendal)

Pernahkah kita mendengar perkataan bahwa umrah itu tidak wajib, atau dalam arti hukumnya sunnah? Islam hanya mewajibkan haji, bukan umrah. Bagaimana penjelasan tentang hal ini?

Bisa jadi pernyataan itu muncul karena membaca sebuah hadis marfu’ yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Jabir bin Abdulllah:

سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن العمرة أ واجبة هي؟ قال لا وان تعتمر فهو افضل

“Rasulullah Saw ditanya, apakah umrah itu hukumnya wajib? Rasulullah menjawab: Tidak. Jika kamu melaksanakanya itu lebih utama.”

An-Nawawi mengatakan, “Huffâdz (sebutan untuk orang yang hafal seratus ribu hadis beserta sanadnya) telah sepakat tentang dla’if-nya hadis tersebut. (At-Tarmasi, 2011: vol. 6, 10). Sedangkan hadis dla’if tidak bisa dijadikan acuan hukum. Permasalahan semacam ini biasa terjadi di kalangan Ushuliyyin (ahli usul fikih) dalam mengambil dalil (istidlal).

Benar adanya ke-dla’ifan tersebut, lalu bagaimana dengan hadis shahih riwayat Imam Muslim di bawah ini:

عن جابر قلت يا رسول الله العمرة واجبة فريضتها كفريضة الحج؟ قال لا وان تعتمر خير لك

“Saya bertanya kepada Rasulullah apakah umrah wajib seperti kewajiban haji? Beliau menjawab tidak, dan olehnya kamu melakukannya itu baik bagimu.”

An-Nawawi dalam kitab Al-Idlâh menjelaskan, huruf لا pada jawaban Nabi tersebut tidak menafikan kewajiban (fardlu) umrah. Akan tetapi menafikan tingkat kesamaan antara kefardluan haji dan umrah. Kefardluan haji di atas kefardluan umrah. Sedangkan lafadz خير tidak selalu menjadi af’alut tafdlîl (lafadz wazan افعل yang digunakan untuk membandingkan).

Dalil Hadis Wajibnya Umrah

Dalam satu riwayat, Aisyah bertanya kepada Rasulullah:

يا رسول الله, هل على النّساء جهاد؟ قال نعم جهاد لا قتال فيه : الحج و العمرة

“Ya Rasulallah, adakah atas perempuan kewajiban jihad? Beliau menjawab iya, jihad yang tidak ada perang di dalamnya, yakni haji dan umrah.”

Abu Ruzain pernah mendatangi Rasulullah dan bertanya tentang permasalahan ayahnya:

يا رسول الله, انّ ابي شيخ كبير لا يستطيع الحج و العمرة ولا الظعن؟ قال حج عن ابيك واعتمر

“Ya Rasulallah, sesungguhnya ayahku adalah orang yang sangat tua dan tidak bisa berangkat haji dan umrah serta tidak bisa berjalan. Nabi menjawab: Berhajilah sebagai ganti ayahmu dan berumrahlah.”

Hadis marfu’ yang diriwayatkan dari Jabir:

الحج والعمرة فريضتان

“Haji dan umrah adalah wajib keduanya.” (At-Tirmisyi: 8-9)