FDS Mematikan Madin dan Ponpes

0
841

Banyumas,nujateng.com –  Aksi penolakan Full Day School (FDS) kembali dilakukan oleh  Generasi Mudah Nahdlatul Ulama (GMNU) di Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Minggu (20/8).

Aksi tersebut dilakukan pada kegiatan karnaval atau pawai bulan kemerdekaan yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Ajibarang.

Kordinator GMNU Ajibarang, Slamet Ibnu Ansori, mengatakan, Full Day School jelas-jelas mematikan madrasah diniyah dan pondok pesantren.

“Full day school sudah jelas mengkerdilkan NU,”tandasnya.

Selain aksi penolakan Full Day School, pada kesempatan itu GMNU meanyatakan mendukung Perpu no 2 tahun 2017 tentang keormasan, dan mendesak pemerintah membubarkan ormas anti Pancasila serta menumpas paham radikal (radikalisme).

Sekertaris GP Ansor Ajibarang, Tarno menambahkan, radikalisme adalah paham yg sangat berbahaya bagi keutuhan Indonesia, harus kita tumpas habis hingga ke akar-akarnya.

Full Day School bisa memicu radikalisme, radikalisme sangat berbahaya, ya kita harus tolak dua-duanya,” katanya. (Kifayatul Ahyar/003)