Ketua PCNU: 160 Lembaga Pendidikan di Temanggung Siap Turun Jalan Tolak FDS

0
223

Temanggung, nujateng.com- Sudah banyak yang menyuarakan penolakan terhadap Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Pasalnya, Permendikbud tersebut ditinjau dari berbagai sisi lebih banyak mengandung bahaya (mafsadah) daripada maslahatnya.

Sekolah hanya 5 hari dalam satu minggu dan 8 jam dalam sehari akan menjadikan para siswa malas lantaran terlalu banyak dibebani pelajaran. Di sisi lain para siswa juga akan mengalami kesulitan untuk membagi waktu belajar agama di madrasah diniyah atau biasa disebut “sekolah sore” yang rata-rata diselenggarakan pada pukul 13.00 WIB.

Karena itu, tidak heran jika Permendikbud yang ditandatangani Mendikbud Muhajir Effendi ini mendapatkan penolakan keras dari berbagai lapisan masyarakat, terutama dari para praktisi pendidikan Islam yang kebanyakan berafiliasi dengan ormas terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama.

Bagaimana sikap pengurus NU di akar rumput dalam menyikapi kebijakan 5 hari sekolah? Berikut wawancara kontributor nujateng.com Kabupaten Temanggung Jawa Tengah dengan Ketua PCNU Kabupaten Temanggung KH Muhamad Furqon atau akrab disapa Gus Furqon pada Minggu (16/7/17).

Gus, bagaimana pendapat Anda tentang kebijakan Full Day School?

Menurut saya justru dunia pendidikan kita akan mengalami kemunduran apabila Permendikbud No 23 tahun 2017 tersebut diberlakukan.

Alasannya apa Gus?

Ada beberapa hal yang sangat krusial yang diabaikan Pak Menteri.

Apa saja itu Gus?

Yang pertama, sepanjang amatan saya bahwa masyarakat pendesaan lebih banyak dibanding masyarakat perkotaan, dan kita sangat paham bahwa banyak pekerjaan orang tua yang cukup terbantu oleh putra-putrinya sepulang bersekolah. Yang kedua ini sangat paling krusial menurut saya, bahwa akan hilangnya kesempatan para pelajar untuk menempuh pendidikan agama baik itu di madrasah diniyah ataupun TPQ yang telah berdiri didirikan oleh masyarakat yang kesemuanya aktif selepas para pelajar pulang sekolah. Bisa kita bayangkan bila anak-anak bersekolah sampai full, adakah kesempatan untuk itu? Sungguh mustahil.

Melihat banyak alasan tersebut, lantas apa komentar panjenengan selaku Ketua PCNU Temanggung?

Pemberlakuan FDS jelas-jelas akan membunuh benteng moral bangsa kita yang selama ini digawangi oleh TPQ dan Madin. Oleh karena itu, kami selaku PCNU Temanggung menolak pemberlakuan FDS.

Baik Gus, lantas bila pemerintah masih bersikukuh memberlakukan FDS, apa yang akan diperbuat panjenengan selaku Ketua PCNU?

Jika FDS tetap masih diberlakukan, ada 160 lembaga pendidikan yang sudah menyatakan siap untuk turun ke jalan melakukan penolakan terhadap kebijakan tersebut. [Ja’far Aula-AR/002]