Gus Furqon: Full Day School Akan Membunuh TPQ dan Madin

0
359
KH Muhamad Furqon

Temanggung, nujateng.com – Full Day School atau lima hari sekolah yang diinisiasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir ini banyak menuai pro dan kontra. Karena aturan Permendikbud No 23 tahun 2017 tersebut akan mengancam keberadaan Madrasah Diniyah (Madin).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Prapak Kranggan KH Muhamad Furqon, saat ditemui nujateng.com mengatakan bahwa dunia pendidikan kita justru akan mengalami kemunduran, apabila Permendikbud No 23 tahun 2017 tersebut diberlakukan. Menurutnya, ada beberapa hal  krusial yang diabaikan Mendikbud, Muhaji.

“Yang pertama sepanjang amatan saya bahwa masyarakat pedesaan lebih banyak dibanding masyarakat perkotaan, dan kita sangat faham bahwa banyak pekerjaan orang tua yang cukup terbantu oleh putra-putrinya sepulang bersekolah,” jelasnya.

Yang sangat krusial yaitu akan hilangnya kesempatan para pelajar untuk menempuh pendidikan agama baik itu di Madrasah Diniyah ataupun TPQ yang telah berdiri dan didirikan oleh masyarakat yang mana kesemuanya aktif selepas para pelajar sepulang bersekolah.

“Bisa kita bayangkan bila anak-anak bersekolah sampai full, adakah kesempatan untuk itu? Sungguh mustahil,” tegasnya.

Gus Furqon yang juga Ketua Umum PCNU Kabupaten Temanggung menjelaskan, pemberlakuan FDS jelas-jelas akan membunuh benteng moral bangsa kita yang selama ini digawangi oleh TPQ dan Madin, oleh karena itu kami selaku PCNU Temanggung menolak pemberlakuan FDS.

“Bilamana FDS tetap masih diberlakukan, ada 160 lembaga pendidikan yang sudah menyatakan siap untuk turun ke jalan untuk melakukan penolakan terhadap kebijakan tersebut,”ungkapnya. (Ja’far Aula/003)