Masyarakat Tidak Setuju dengan Aturan Full Day School

0
132
ilustrasi

Semarang, nujateng.com – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan aturan full day school banyak menuai kontra dari kebanyakan masyarakat.  Aturan yang diputuskan  menteri Muhadjir Effendy ini dinilai akan mengancam pendidikan pada madrasah diniyah.

Redaksi nujateng.com melalui akun facebooknya mencoba mencari suara masyarakat tentang aturan full day school tersebut. Hampir semua komentar di akun facebook nujateng.com menolak diberlakukannya aturan full day school tersebut.

Seperti yang dituliskan akun atas nama Siti Munawaroh pada kolom komentar, Siti menuliskan dan menanyakan apa yang akan terjadi pada generasi yang akan datang jika aturan tersebut benar dilaksanakan.

“Bagaimana dengan generasi yang akan datang.????? Degradasi moral akan semakin parah,jika tidak dikasih pendidikan agama yang kuat. Jika dimasukkan dalam KBM pagi belum tentu dewan guru ikhlasnya seperti guru madin. Sehingga ilmu yang didapat benar-benar manfaatnya berkurang. Kebebasan memilih paham dalam pelajaran agama juga dibatasi jika di KBM pagi,” tulisnya.

Ada lagi yang menuliskan bahwa dengan aturan tersebut waktu untuk belajar di TPQ/Madin jadi tidak ada. Dan akan lebih baik jika dimasukkan ke pondok pesantren sekalian. Karena Ponpes sekarang juga ada sekolah umumnya.

“Tolak !!!!. Karena waktu belajar di TPQ/MADIN gak ada, atau masukin pondok sekalian. Ponpes sekarang juga ada sekolah umumnya juga kok,” tulisa Misbangun Najib pada kolom komentar.

Hal sama juga di tuliskan akun atas naman Ruri S Najaro.

“Dampaknya madin Tk/TPQ bakal gulung tikar anak-anak kurang pengeyahuan agamanya,” tulisnya. (Abdus Salam/003)