Masjid Jawa di Bangkok, Thailand (Bagian 2)

0
1212
Madrasah tempat belajar dasar-dasar agama Islam. Letaknya persis di belakang Masjid Jawa. [Foto: T-Kh]

Bangkok, nujateng.com –Dua bendera Thailand berkibar di depan Masjid Jawa. Jelas, bahwa tanah air mereka adalah Negeri Gajah Putih. Komunikasi keseharian mereka juga Bahasa Thai. Toh begitu, tidak semua yang berbau Jawa, hilang dari kehidupan mereka. Ritus-ritus kebudayaan masyarakat di Kampung Jawa masih sangat terasa.

“Nenek saya asli dari Kaliwungu, Kendal. Dekat dengan Semarang katanya. Beliau melahirkan ayah saya di sini. Begitu juga saya yang lahir disini,” Haji Yasin bercerita tentang leluhurnya. Setelah memimpin sholat Jumat, Haji Yasin menyempatkan diri untuk sedikit bercerita tentang nenek moyangnya. Selain dari Kendal, beberapa penduduk Kampung Jawa, memiliki leluhur dari Demak dan juga Semarang.

Kehadiran masyarakat muslim di Thailand tentu bukanlah perkara yang istimewa. Namun, kelompok muslim yang kerap dijadikan sebagai fokus penelitian adalah mereka yang ada di selatan. Padahal, menurut Imtiyaz Yusuf, salah seorang pengajar di Assumption University Bangkok, Islam di Thailand tersebar di Selatan Bawah (Narathiwat, Yala, Pattani), Selatan atas (Nakhon Si Thammarat, Songkhla, Phuket, Krabi, Phangnga, Ranong, Trang dan Satun), tengah (Bangkok, Ayutthaya), utara (Chiang Mai dan Chiang Rai) serta wilayah-wilayah lain seperti Khon Kaen, Kalasin, Sakon Nakhon and Udon Thani.

Masih menurut Imtiyaz, ada dua tipe Islam disana; yang sudah terintegrasi dan belum terintegrasi. Perbedaan keduanya memang sangat tergantung pada latar belakang, sejarah, dan konfigurasi etno-lingustik. Keduanya menginterpretasikan Islam secara berbeda. Jika yang pertama melihat Islam sebagai bagian dari negara Buddhis yang multireligi dimana Islam adalah komunitas minoritas, sementara yang kedua mendudukkan Islam sebagai bagian dari identitas etno-linguistik di sebuah negara bagian yang dimasukkan ke dalam negara Thailand.

Muslim keturunan Jawa di Sathorn menyadari sepenuhnya situasi ini. Seperti dipetakan Imtiyaz, mereka ada di tengah kota Bangkook yang metropolis. Penerimaan secara penuh status sebagai muslim di satu sisi dan warga Thailand adalah bukti komitmen keberagamaan dan kebangsaan mereka. [T-Kh/001]