CINTA TANAH AIR

0
2477

Oleh: KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib, Lc*

الحمد لله الذي سهل لعباده طرق العبادة ويسر، وتابع لهم مواسم الخيرات لتزداد أوقاتهم بالطاعات وتعمر، الحمد لله عدد حجاج بيته المطهر، وله الحمد أعظم من ذلك وأكثر، الحمد لله على نعمه التي لا تحصر، والشكر له على آلائه التي لا تقدر، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، ملك فقهر، وتأذن بالزيادة لمن شكر، وتوعد بالعذاب من جحد وكفر، تفرد بالخلق والتدبير وكل شيء عنده مقدر، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صاحب الوجه الأنور، والجبين الأزهر، طاهر المظهر والمخبر، وأنصح من دعا إلى الله وبشر وأنذر، وأفضل من صلى وزكى وصام وحج واعتمر ، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم تسليماً مديداً وأكثر . . . أما بعد :

فيا أيها الناس اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.

Hadirin Jumah Rohimakumullah,

Sebuah ungkapan dalam Bahasa Arab berbunyi:

إذا ترحّلت عن قوم و قد قدروا أن لا تفارقهم فالراحلون هُمُ

Jika engkau terpaksa meninggalkan suatu kaum padahal sebenarnya engkau ditakdirkan untuk tidak meninggalkan mereka, maka sebenarnya bukan engkau yang meninggalkan mereka tetapi merekalah yang meninggalkanmu.

Ungkapan ini oleh banyak pujangga dan Sejarawan Islam dijadikan pijakan untuk mencermati dan memahami nilai-nilai apa yang bisa dipetik dari perjalanan Hijrah Nabi SAW dari Mekah ke Madinah.

Adalah Nabi Muhammad sebenarnya tidak ingin meninggalkan kota tercinta baginya yaitu Mekah, sebab kota suci itu adalah kota kelahirannya dan siapakah yang tidak suka dengan kota kelahirannya?

Maka ketika Nabi kemudian akhirnya berhijrah dari kota Mekah, Nabi pun berdoa:

اللهم إنّك أخرجتني من أحبّ البلاد إليّ، فأسكنّي أحبّ البلاد إليك

Wahai Allah, Engkau keluarkan aku dari kota yang aku cintai akibat ulah kaum kafir, maka tempatkanlah aku di kota yang Engkau cintai. Maka memang demikianlah, bahwa kemudian Allah memilihkan kota yang Allah cintai yaitu Al-Madinah Al-Munawwaroh, yaitu sebuah kota yang memiliki sejumlah keistimewaan seperti yang tergambar dalam beberapa hadits berikut:

(اللهم إني أُحرم ما بين جبليها مثل ما حرم به إبراهيم مكة، اللهم بارك لهم في مُدّهم وصاعهم ). بخاري ومسلم

Wahai Allah sesungguhnya aku jadikan Madinah tanah suci seperti Ibrahim telah menjadikan Mekah sebagai Tanah Suci. Maka berkahilah penduduknya.

(المدينة حرم من عير إلى كذا، فمن أحدث فيها حدثاً فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين، لا يقبل الله منه صرفاً ولا عدلا،… الحديث. بخاري ومسلم

Madinah adalah Tanah Suci dari batas ini ke batas ini. Maka barangsiapa merusaknya atau menggangunya maka ia akan mendapat laknat dari Allah, Malaikat dan seluruh ummat manusia. Allah tidak menerima kompensasi atau ganti apapun terhadap Madinah.

 

Hadirin Rohimakumullah,

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dari Anas bin Malik RA disebutkan:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا قدم من سفر فأبصر درجات المدينة أوضع ناقته وإن كانت دابة حركها.

Setiap kali Nabi tiba dari bepergian dan mulai melihat jalan-jalan kota Madinah, maka Nabi bergegas mempercepat langkahnya, dan jika Beliau menunggang unta, maka digerak-gerakkannya unta itu.

Dalam mengomentari hal ini, Imam Al Harits dari Imam Hamid berkata, “Rasul menggerak-gerakkan untanya seperti itu karena kecintaannya kepada negerinya”. Lebih jauh, Imam Ibnu Baththal Al Maliky dalam syarakh Sahih Bukhari menyatakan, “karena Madinah sudah menjadi tanah air Nabi, di dalamnya tinggal isteri-isteri dan anak-anaknya yang merupakan manusia yang paling Beliau cintai dan Allah telah mentakdirkan manusia memiliki rasa cinta tanah air dan selalu merindukannya ketika bepergian, baik jauh maupun dekat. Bahkan dalam banyak riwayat, Nabi memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk segera kembali ke tanah air setelah selesai segala urusan yang ditempuh ketika bepergian.”

Hadirin Rohimakumullah,

Jika para ahli hadits menyatakan bahwa hadits “hubbul wathan minal iman” (cinta tanah air adalah sebagian dari iman” adalah hadits palsu, namun jelaslah bahwa cinta tanah air bukan merupakan persoalan yang illegal atau tidak sah dalam agama. Persoalan cinta tanah air tetap merupakan hal positif dan sangat penting. Sebab jika persoalan cinta tanah air itu bukan merupakan persoalan yang penting dan baik, maka tidaklah mungkin dalam sejumlah riwayat di atas dikemukakan bahwa Nabi memerintahkan kita untuk bergegas kembali pulang ke kampung halaman setelah selesai bepergian. Bahkan dalam riwayat di atas disebutkan bahwa Nabi sendiri melakukan apa yang diperintahkannya itu, yaitu bahwa setiap kali Nabi tiba dari bepergian dan mulai melihat jalan-jalan kota Madinah, maka Nabi bergegas mempercepat langkahnya.

Dalam tinjauan agama kita, Allah dan NabiNya tidak mungkin memerintahkan suatu perkara kecuali bahwa perkara itu pasti baik dan penting serta bermanfaat bagi kita semua. Dalam surah Al A’raf Allah berfirman:

وإذا فعلوا فاحشة قالوا وجدنا عليها ءابآءنا والله أمرنا بها، قل إن الله لا يأمر بالفحشاء، أتقولون على الله ما لا تعلمون

Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu dan Allah menyuruh kami mengerjakannya”. Katakanlah wahai Muhammad: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji”.

Hadirin Rohimakumullah

Sebenarnya tidak perlu lagi kita mempersoalkan legalitas persoalan cinta tanah air dalam pandangan agama. Sebenarnya kita tidak perlu lagi bertanya apakah agama kita memerintahkan kita untuk cinta tanah air atau tidak. Sebab persoalan cinta tanah air sebenarnya adalah sudah final. Memang hadits hubbul wathan adalah hadits palsu. Namun agama kita penuh dengan dalil. Tidaklah benar, jika hadits hubbul wathan itu palsu maka kemudian kita berkesimpulan bahwa cinta tanah air itu tidak dianjurkan dalam agama. Tidak seperti itu. Sebab sekali lagi agama kita penuh dalil. Dan uraian sejumlah riwayat di atas sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bahwa agama kita Islam dan Nabi Kita Muhammad SAW memerintahkan kita untuk cinta tanah air.

Justru yang perlu kita hadapi dengan tegas adalah upaya-upaya yang massif yang terus menerus bertujuan merongrong kecintaaan kita terhadap tanah air kita dan upaya-upaya itu justru dilabeli dengan label-label agama. Para penda’i palsu yang belum faham agama it uterus menyuarakan untuk mengganti dan merubah Negara kita dengan bentuk-betuk Negara yang mereka katakan sesuai dengan Islam. Mereka menyerukan Khilafah Islamiyyah sebagai ganti NKRI dengan dalih bahwa NKRI tidak sesuai dengan ajaran agama.

Ini seruan sesat dan menyesatkan. Agama kita tidak pernah memerintahkan kita untuk mendirikan Negara dengan bentuk tertentu. Khilafah, monarkhi, konstitusional dan lain sebagainya adalah bentuk-bentuk Negara yang kesemuanya diserahkan kepada manusia. Tidak ada dalil yang mewajibkan kita memilih salah satu dari bentuk-bentuk Negara itu. Para penyeru khilafah selalu memaksa sejumlah ayat untuk dijadikan dalil bagi proyek kekehilafahan mereka. Seperti misalnya ayat فاحكم بيعهم بما أنزل الله atau ومن لم يحكم بما أنزل الله  dan lain sebagainya.

Upaya-upaya istidlal atau penggalian dalil yang mereka lakukan itu penuh dengan kengawuran dan kebohongan yang terstruktur. Sebagaimana istidlal mereka samasekali tidak diiringi dengan methodologi-methodologi istidlal yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dan lebih dari itu, istidlal mereka itu tidak memiliki akar kesejarahan yang kokoh dan akar pengetahuan yang kuat, berikut kredibilitas keulamaan para penggagasnya. Mereka bukan ahli ijtihad dalam agama kita. Mereka justru melancarkan klaim-klaim keagamaan yang palsu dan serampangan. Naudzubillah min dzalik.

Hadirin Rohimakumullah

Adapun dalam kontek kenegaraan kita, NKRI adalah pilihan final kita. NKRI telah dibangun dan dilahirkan oleh para pendahulu kita, oleh pejuang-pejuang kita baik dari kalangan negarawan maupun agamawan atau ulama’ yang kredibel yang kokoh keagamaan dan keilmuannya. Jika kita berani berfikir untuk merubah bentuk NKRI ini dengan bentuk-bentuk yang lain, maka bukan mustahil justru Negara kita akan lenyap dan tak jelas arahnya. Dan ketika Negara kita raib, ketika Negara kita lenyap dan hilang, maka dari manakah akan kita dapatkan gantinya?

Maka benar sekali sebuah ungkapan Arab yang berbunyi:

لو ضاع منك الذهب، في سوق الذهب تلقاه

لو ضاع منك الحبيب، يمكن بعد سنة أو سنتين تنساه

لكن لو ضاع منك الوطن، آه يا وطن وينك تلقاه…

Jikalau engkau kehilangan emas, di pasar emas kan kau dapatkan gantinya

Jikalau kekasihmu hilang, mungkin setahun dua tahun kau akan melupakannya

Namun jika negerimu hilang, oh negeriku, dari mana kau dapatkan gantimu?

Dirgahayu Negara Republik Indonesia. Merdeka.

بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو الغفور الرحيم، وقل رب اغفر وارحم وأنت أرحم الراحمين

======

االله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد

الحمد لله المنعوت بصفات التنزيه والكمال. وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ثني الخصال. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصبحه والتابعين. عباد الله اتقوا الله فإنكم عليه تعرضون. واعلموا أن الله صلى على نبيه في كتابه المكنون وأمركم بذلك فأكثروا من الصلاة عليه تكونوا من الفائزين. اللهم صل وسلم عليه وارض عن الأربعة الخلفاء، وبقية العشرة الكرام وآل بيت نبيك المصطفى. وعن الأنصار والمهاجرين والتابعين إلى يوم الدين.

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات، إنك سميع قريب مجيب الدعوات رب العالمين. ونسألك اللهم دوام العناية والتأييد، لحضرة مولانا سلطان المسلمين المؤيد بالنصر والتمكين. اللهم انصره وانصر عساكره وامحق بسيفه رقاب الطائفة الكافرة، وأيد بسديد رأيه عصابة المؤمنين. واجعل بفضلك هذا البلد آمنا مطمئنا. وارفع اللهم مقتك وغضبك عنا. ولا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا يا أرحم الراحمين.

اللهم إليك نسأل فلا تخيبنا، وإليك نلجأ فلا تطردنا، وعليك نتوكل فاجعلنا لديك من المقربين. إلهي هذا حالنا لا يخفى عليك. فعاملنا بالإحسان إذ الفضل منك وإليك. واختم لنا بخاتمة السعادة أجمعين.

عباد الله  إن الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي. يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكر الله أكبر.

 

*Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Jawa Tengah