Pesantren Solusi atasi Krisis Radikalisme Agama

0
1276
Dialog dengan tema "Fikih Sosial dari Pesantren untuk Bangsa" dalam rangka Pekan Kreatifitas Santri Nasional 2016 di Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta, (28/10). [Foto: Zulfa]

Yogyakarta, nujateng.com – Perkembangan teknologi digital dan media sosial sekarang ini menjadi tantangan bagi komunitas pesantren. Selama ini, komunitas pesantren tertinggal dalam bidang dakwah di media sosial. Untuk itu, meski tertinggal santri harus mampu mengejar dan bersaing.

Hal inilah yang menjadi perbincangan hangat dalam Workshop Videotren,yang digelar pada rangkaian Hari Santri Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) Nahdlatul Ulama, di Hall Hari Santri Nasional, di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, Sabtu (29/10).

Pada kesempatan tersebut, Ketua PP RMI NU, Gus Rozien, menyampaikan bahwa santri harus mengejar ketertinggalan dalam dakwah media sosial meski terlambat dan harus bekerja lebih keras dan cepat untuk mengejar ketertinggalan itu.

“Mari kita banjiri konten-konten positif dan inspiratif, dari dunia pesantren, di media sosial,”ungkapnya.

Gus Rozien yang juga pengasuh Pesantren Maslakul Huda, Pati, ini juga menegaskan bahwa media sosial menjadi media strategis untuk pengembangan dakwah. Dalam hal ini, santri-santri harus kreatif memproduksi konten.

“RMI siap mendukung program kreatif ini,” terangnya.

Sementara itu, Hasan Chabibie, dari Pustekkom Kementrian Pendidikan Kebudayaan (Kemdikbud) membeberkan kalau media sosial juga menjadi platform strategis untuk berdakwah.

“Kelebihan media digital sekarang adalah konvergensi, keterkaitan antar platform media sosial. Jadi, para santri bisa memproduksi konten pada multi media sosial,”jelasnya.

Hasan juga menyampaikan tentang wajah agama di media sosial. “Pesantren sudah saatnya menjadi solusi atas krisis radikalisme agama,” tambah Hasan.

Pada worskhop Videotren kali ini, juga diumumkan pemenang lomba Videotren. Juara I, pesantren Al-Munawwir Krapyak, dengan video “Santri Ndalem”. Lalu, Juara II Pesantren Tebu Ireng, dan Juara III Sunan Drajat Lamongan, serta Ma’had Ali UIN Malang sebagai Juara Favorit. (Aziz dan Zulfa/003)