Kiai Malik Madani : Kiai Sahal Teladan Kita Semua

0
1686
Kiai Malik Madani di acara Peringatan Haul dan 1000 hari wafatnya Kiai Sahal. Foto: Dokumentasi

Pati, nujateng.com – Peringatan Haul dan 1000 hari wafatnya Kiai Sahal menjadi momentum bagi santri-santrinya untuk melanjutkan perjuangan. Hal ini, disampaikan Katib ‘Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2010-2015, KH. Malik Madani di Pesantren Maslakul Huda, Ahad (2 /10/).

Dalam ceramahnya, Kiai Malik Madani mengungkapkan bahwa sosok Kiai Sahal adalah orang yang langka. Kiai Sahal lahir dari keluarga kiai besar, namun tidak terjebak pada bayang-bayang kebesaran masa lalu. Justru, Kiai Sahal mampu tegak berdiri untuk membangun kesuksesan.

“Kiai Sahal harus menjadi teladan bagi kita semua, beliau orang ‘alim yang langka,” terang Kiai Malik.

Ketika menjadi Katib ‘Am Kiai Sahal, Kiai Malik Madani mendapatkan banyak pelajaran berharga. Di antaranya dalam hal kedisiplinan, visi, niat pengabdian, dan konsistensi.

“Dalam segala hal, saya sebenarnya tidak pantas memberi ceramah pada agenda penting ini. Tapi, saya beranikan demi kecintaan dan pengabdian saya kepada Kiai Sahal,” terang Kiai Malik.

Dalam kisah yang disampaikan, Kiai Malik Madani sangat kagum dengan sosok Kiai Sahal. Saat menjadi sekretaris Kiai Sahal, di jajaran Syuriah PBNU, sebagai Katib ‘Am. Pada waktu itu, Kiai Sahal menjadi Rais ‘Am. Kiai Malik belajar banyak dari Kiai Sahal.

“Beliau itu guru saya. Santri-santri harus belajar dari teladan dan keilmuan Kiai Sahal,”tandasnya.

Sementara itu pengasuh pesantren Maslakul Huda, KH. Abdul Ghoffar Rozien, mengucapkan terima kasih kepada para kiai, santri dan warga yang hadir untuk mendoakan Kiai Sahal.

“Terima kasih atas semua yang rawuh. Semoga menjadi kebaikan untuk kita semua,” ungkap Gus Rozien, yang kini sebagai Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) Nahdlatul Ulama.

Dalam tahlil umum, sebagai puncak agenda Haul, dihadiri oleh KH. Kafabihi Mahrus (Pesantren Lirboyo), KH. Nafi Abdillah, KH. Zaky Abdillah (Kajen), KH. Moh Khoiruzzad (Kencong, Jawa Timur), KH. Aniq Muhammadun, Bupati Pati H. Haryanto, MM, jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, Pengurus Masjid Agung Jawa Tengah dan ribuan santri. (Munawir/003).