Toleransi dalam Perspektif Fikih

0
1041

 

oleh : Haidar

Judul: Fikih Toleransi

Penulis: Syarif Yahya

Pengantar: Menteri Agama H. Lukman Hakim S

Penerbit: Aswaja Pressindo

Tahun terbit: Cetakan I, 2016

Tebal: 207 halaman

ISBN: 978-602-6791-52-8

 

14360510_120300000250602824_1480104236_oToleransi menjadi penting dideskripsikan, guna mengawal kerukunan di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia. Negara kita, adalah negara unik dan yang terlain. Sebab bukan negara sekuler dan bukan pula negara agama. Tapi negara Pancasila. Sebuah konsep lain yang tetap berlandaskan agama berpadu dengan norma pribumi. Sebagai mayoritas, umat muslim memiliki tanggung jawab memandu toleransi di negeri ini. Di sinilah pentingnya pengetahuan toleransi secara benar. Toleransi yang tidak menciderai konstitusi negara dan tidak pula melanggar syariah agama.

Sejauh ini, toleransi diartikan sebagai kebebasan beragama oleh umat muslim yang cenderung sekuler. Toleransi didefinisikan secara mutlak. Bisa diwujudkan dalam kerangka sosiologis, bisa pula dalam kerangka teologis. Kesannya, kelompok ini berupaya memenangkan peran konstitusi negara atas kanun agama. Di pihak lain, kaum fundamentalis yang gigih berupaya menerapkan Islam secara tekstual dan historikal. Kelompok ini gemar betul mencari musuh atas nama agama. Konstitusi negara, mereka anggap batal, dan agama mereka amalkan secara radikal. Intoleransi pun muncul dari sini.

Buku ini hadir dengan deskripsi lain. Sebab menggunakan kacamata Islam ala pesantren. Sebuah lembaga asli Nusantara yang telah turut pula membidani NKRI. Kitab-kitab kuning tentu saja menjadi rujukan utama buku ini.

Dan meski kitab kuning pada umumnya ditulis oleh pemikir abad pertengahan, dan kebanyakan musanifnya bukan pribumi Nusantara, tetapi loyalitas dan eksistensi kaum pesantren dalam mengawal NKRI selama ini adalah bukti peran para kiai dan kaum pesantren telah dapat dengan tepat menerjemahkan teks kitab kuning menjadi sesuai dengan konteks keindonesiaan.