Sekolah Purwakarta Akan Adopsi Model Pendidikan Pesantren

0
837
Dedi Mulyadi saat berjumpa dalam sebuah acara bersama para Ulama di Cirebon, 23/5. Foto: Dokumentasi

Purwakarta, nujateng.com – Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menilai, sistem pendidikan sekolah formal terkadang sulit mencapai target pembangunan karakter. Hal ini disebabkan karena sekolah formal kebanyakan menyandarkan pada model pendidikan serba formal dan lupa spirit pembantunan mental.

“Kita sering menyalahkan peserta didik yang tidak bisa diatur. Problemnya berarti mentalitas dan karakter. Maka pola pendidikan yang diterapkan harus berbasis karakter budi pekerti, tidak lagi melulu transformasi ilmu. Zaman dahulu kalau keras kepada anak didik tidak akan menjadi masalah. Lah, hari ini urusannya bisa penjara,” kata Dedi saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Sebagai pemantapan pembangunan karakter itu, Dedi Mulyadi menilai, model pembelajaran pesantren memberikan harapan karena di dalam model pesantren memang konsentrasinya pada urusan budi pekerti. Ditambahkan Dedi, saat karakter menjadi acuan pembelajaran, semua mata pelajaran di sekolah di Kabupaten Purwakarta harus mengacu pada variabel budi pekerti. Peserta didik yang memiliki budi pekerti yang buruk, kata dia, sudah seharusnya tidak naik kelas. Hukuman tidak naik kelas ini pun harus dilakukan secara sistematis.

“Misalnya setiap mata pelajaran nilai peserta didik dikurangi 2. Taruhlah dia dapat nilai Matematika 7. Nah, karena budi pekertinya jelek, di rapor harus ditulis 5,” ujar Bupati yang dikenal sering menulis lagu bertema spiritual ini. [Ahmadi/003]