Jaga Tradisi NU, Fatayat Salatiga Gelar Lomba Al Barzanji

0
958
Pengurus Ranting Fatayat Sidorejo meraih juara I lomba membaca kitab maulid al-Barzanji Se-Kota Salatiga dalam rangka Harlah Fatayat NU Ke 66 yang diadakan Pengurus Cabang Fatayat NU Kota Salatiga, Minggu (8/5). [Foto: Evie Yunianti]

Salatiga, nujateng.com- Dalam rangka Harlah Fatayat NU ke 66, Pengurus Cabang Fatayat NU Kota Salatiga menggelar acara lomba membaca kitab maulid al-Barzanji Se-Kota Salatiga dengan tema ‘Gerakan Perempuan sebagai Penguat Budaya dan Karekter Bangsa dalam Meneguhkan NKRI’, di Aula Polres Kota Salatiga, Minggu (8/5).

Wali Kota Salatiga, Yulianto, menyambut baik dengan diadakannya perlombaan yang menjadi tradisi warga nahdliyin ini. Dalam sambutannya, ia menghimbau kepada masyarakat supaya tidak terpengaruh oleh paham radikalisme, dan selalu menjaga persatuan.

“Sekarang ini banyak sekali masyarakat yang terpengaruh gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama. Karena itu dengan adanya perlombaan ini, masyarakat Indonesia khususnya Kota Salatiga dapat menjaga diri dari paham radikalisme dan fanatisme agar NKRI tetap utuh tanpa perpecahan yang disebabkan karena kepercayaan,” himbaunya.

Ketua Pengurus Cabang Fatayat Kota Salatiga, Ema Nur Setiawati, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya berencana akan mengagendakan kegiatan perlombaan serupa setiap tahun demi melestarikan dan menjaga tradisi NU. “Lomba ini bertujuan supaya tradisi NU seperti al-Barzanji (membaca kitab al-barzanji, red) tetap terjaga sampai kapanpun,” jelasnya.

Dalam lomba yang diikuti 19 grup yang terdiri dari utusan Pengurus Ranting Fatayat dan santri pondok pesantren Se-Kota Salatiga ini, dipilih 3 grup terbaik untuk ditetapkan sebagai juara I, II, dan III dengan penilaian pada makhroj 40%, keserasian nada 20%, kekompakan 20%, dan kostum 20%.

Juara I diraih delegasi dari Pengurus Ranting Fatayat Kelurahan Sidorejo Kecamatan Sidorejo, juara II diperoleh delegasi dari Pengurus Ranting Fatayat Kelurahan Kecandran Kecamatan Sidomukti, dan juara III diraih oleh santriwati perwakilan dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al Falah Kota Salatiga.

Salah satu perwakilan dewan juri perlombaan, Ibu Nyai Hj Latifah Zoemri, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa perlombaan ini harus diniati belajar, sehingga bagi yang menang bisa melatih yang kalah, dan yang kalah bisa belajar kepada yang menang.

“Sebagaimana lomba, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Tidak semuanya menang atau pun kalah semua. Yang terpenting bukan menang atau kalah, tapi ilmu dan pengalaman yang menjadi tujuan. Yang belum berpengalaman mereka belajar, dan yang sudah berpengalaman mereka mengajarkan. Keduanya saling bertemu dalam majlis perlombaan,” tuturnya. [Evie Yunianti/002]