IPNU Ketanggungan Galakkan Kajian Aswaja di Daerahnya

1
784
Kajian Aswaja IPNU-IPPNU Kecamatan Ketanggungan di Masjid Jami' An-Nidzom Desa Kubangsari Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes, Minggu (15/5). [Foto: Ahmad Fauzan El Azizi]

Brebes, nujateng.com- Untuk memperkokoh pemahaman Aswaja bagi kader-kader muda dan pelajar NU, Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes mengadakan kajian Aswaja yang dikemas dalam acara ‘IPNU-IPPNU Bersholawat’ di Masjid Jami’ An-Nidzom Desa Kubangsari Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes, Minggu (15/5).

Dalam acara yang didahului dengan pelantikan Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Desa Kubangsari itu, Pembina IPNU PAC Ketanggungan Ahmad Fauzan El Azizi,mengatakan, kajian keaswajaan di desa-desa perlu digalakkan demi membendung arus radikalisme mengingat remaja-remaja di desa kerap menjadi sasaran rekrutmen kelompok-kelompok radikal.

“Diadakannya kegiatan seperti ini bertujuan agar para kader IPNU-IPPNU bisa lebih memahami Aswaja, di samping menjadi ajang silaturahim para kader IPNU-IPPNU Se-Kecamatan Ketanggungan. Dengan adanya kegiatan seperti ini bisa merangsang semangat kader di tiap-tiap ranting,” jelasnya.

Kajian Aswaja diisi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Ketanggungan KH Agus Hadi. Dalam ceramahnya, Kiai Agus menyampaikan bahwa bermadzhab pada dasarnya tetap berpegang pada al-Quran dan hadis.

“Dengan bermadzhab bukan berarti kita tidak berpedoman kepada al-Quran dan hadis seperti apa yang dituduhkan kaum anti madzhab. Justru kita kaum Nahdliyin yang berpaham Ahlusunah wal Jama’ah berpegang kepada al-Quran dan hadis dengan mengikuti pemahaman para ulama,” paparnya. [Ahmad Fauzan El Azizi-AR/002]