Ansor Temanggung: Banser Wajib Miliki Tiga Prinsip Perjuangan

0
1198
Konsolidasi dan Pengajian Akbar GP Ansor bersama Satkoryon Banser Kecamatan Tembarak di halaman kantor Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung, Senin (9/5/16). [Foto: Ja'far]

Temanggung, nujateng.com- Agama dan negara merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan keduanya saling mendukung, sebagaimana sejarah walisongo yang merapatkan barisan perjuangannya kepada para raja ketika itu untuk mendukung perjuangan dan penyebaran agama.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung, Nur Budiman, dalam acara konsolidasi GP Ansor bersama Satkoryon Banser Kecamatan Tembarak di halaman kantor Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung, Senin (9/5/16).

Menurut Budiman, organisasi yang dipimpinnya perlu menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat supaya keduanya dapat bersinergi. “Kita sebagai organisasi yang mengakar di lapisan masyakat ini, menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat dalam rangka memperkuat basis-basis diakar rumput,” katanya.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pengurus ranting GP Ansor dan Satkorpok Banser se-Kecamatan Tembarak ini, dihadiri oleh Komandan Satkorcab Banser Temanggung, H Lutfi Arifin. Dalam sambutannya, Arifin menyampaikan bahwa Banser wajib memiliki 3 prinsip perjuangan.

“Tiga prinsip tersebut adalah ikhlas, cerdas, dan tangkas dalam melaksanakan khidmah kepada Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. NU saat ini dihadapkan oleh dua aliran yang sama-sama keras, di sisi kanan dihadapkan dengan Islam radikal yang tekstual, dan di sisi kiri dihadapkan dengan neo-komunis,” papar Arifin.

Pembina GP Ansor Kecamatan Tembarak, Kiai Muhamad Isro’i, dalam sambutannya berpesan supaya Banser dan Ansor jalan bersama dalam berkhidmah kepada NU. “Pada hakekatnya Banser dan Ansor itu satu tubuh yang berasal dari sumber yang sama. Ibarat air teh dan air putih yang sama-sama berasal dari air, akan tetapi memiliki fungsi yang sama, yakni menghilangkan haus dan dahaga,” tuturnya.

Selain pembekalan dari Satkorcab Banser Kabupaten Temanggung dan Pembina GP Ansor Kecamatan Tembarak, acara konsolidasi juga diisi dengan khotmil Quran, pembacaan manaqib Syaikh Abdul Qodir al-Jailani, dan pembacaan tahlil, serta ditutup dengan mahallul qiyam. Pada siang harinya GP Ansor Kecamatan Tembarak melakukan santunan anak yatim dan piatu bekerjasama dengan Yayasan Sosial al-Mu’awanah NU Tembarak. [Ja’far/002]