Wong Iman, Kudu Loman

1
860
Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman (berdiri di podium) menyampaikan sambutan pada acara Dies Natalis Unnes dengan gema bersholawat, Sabtu (16/4/16). Foto: Ceprudin

Malam Minngu Malam Panjang

Kumpul Bersama di Kampus Konservasi

Jika Ingin Hidup Tenang

Mari Kumpul dan Bersholawat Nabi

 

Semarang, nujateng.com – Sebait pantun di atas, merupakan karya Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman. A’wan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah itu mengarang pantun khusus untuk acara peringatakan dies natalis Unnes. Ulang tahun kali ini, Unnes menggelar sholawat bersama para habaib.

Pada sambutannya, rektor menyampaikan pentingnya bersholawat dan bersedakah. Murah hati, sabar, dan rajin menolong orang yang kesusahan merupakan kunci kesuksesan. Menurut rektor, orang yang betul-betul hatinya beriman maka ia harus dermawan kepada sesama.

Wong nek iman, kudu loman (orang yang beriman, harus dermawan),” nasihat rektor dihadapan ribuan mahasiswanya dan para jamaah sholawat bersama Habib Luthfi bin Yahya dan Habib Umar Mutohar di uaula utama, Kampus Unnes Semarang, Sabtu, (16/4) malam.

Pada acara Unnes bersholawat itu, hadir Ketua PWNU Jateng, H Abu Hapsin, Ph.D bersama wakil sekretaris Nur Shoib, ribuan mahasiswa, dosen, karyawan, dan santri-sanri pesantren sekitar Sekaran, Gunung Pati, Semarang. Acara ini juga dimeriahkan dengan tari sufi dan kirab kebangsaan.

Rektor bercerita mengenai kisah barokah dibalik sholawat dan mendekat dengan kiai. Semasa kuliah di Bandung, ketika pulang ke Banyumas ia selalu menyempatkan berkunjung kepada seorang kiai kharismatik, Habib Hamid.

”Beliu jarang berbicara, tapi orang banyak yang sowan kesana. Termasuk Gus Dur. (karena jarang bicara) Ada seseorang yang menjadi penerjemah suara hati Habib Hamid. Waktu saya sowan, saya ditanya punya uang berapa, dan saya ambil uang hanya ada 100 ribu. Sekitar tahun 1990 an uang sebesar itu cukup untuk hidup 1 bulan. Saya percaya bahwa ketika saya mendermakan uang itu akan berkah,” kisahnya.

 

Bermanfaat dan Berkah

Karena ia percaya bahwa apa yang disampaikan kiai itu pasti bermanfaat dan berkah, maka ia berikan semuanya kepada Kiai Duhoni, yang menjadi penerjemah Habib Hamid. ”Dia mengatakan uang ini akan digunakan bersedekah. Alhamdulillah memang berkah,” tuturnya.

Pada sambutannya itu, Rektor juga menyampaikan pentingnya bersholawat. Manfaat bersholawat membantu menenangkan ketika menghadapi situasi genting. ”Saya praktikan (bersholawat) ketika mau ujian karena dapat penguji yang killer. Karena Sholawat, waktu itu pengujinya tidak nguji isi skripnya, malah hanya bertanya soal nama saja,” kata rektor.

Ia menyampaikan, ketika ingin dimudahkan keinginannya maka bersholawat. ”Yang sholawat batinya. Saya selesai ujian dan mendapat nilai cumlaude dan mendapat mahasiswa teladan pertama hingga sekarang profesor termuda dan rektor termuda,” tambahnya.

Ia juga menyarankan kepada mahasiswa supya rajin bersholawat. ”Dekat dengan ulama itu berkah, banyak bersholawat banyak manfaatnya. Kita tambatkan rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW dan meniru perilakunya. Bersama para habaib, mari kita bersholawat,” ajak Rektor. [Ceprudin/003]

 

 

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman (berdiri di podium) menyampaikan sambutan pada acara Dies Natalis Unnes dengan gema bersholawat, Sabtu (16/4/16). Foto: Ceprudin