Syaikh Idahram: Jangan Tertipu Slogan Kembali Ke al-Quran

0
1179
Syaikh Idahram (kanan) menyampaikan materi tentang Aswaja dalam acara Halaqoh Aswaja yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes, Minggu siang (24/4/16). [Foto: Ahmad Fauzan]

Brebes, nujateng.com- Sebagai rangkaian acara Harlah GP Ansor ke 82 Pengurus Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes menggelar acara ‘Halaqoh Aswaja’ dengan menghadirkan KH Marhadi Muhayar Lc., MA atau akrab dengan nama Syaikh Idahram sebagai pembicara.

Dalam presentasinya, penulis buku ‘Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi’ itu menyampaikan, bahwa kader NU harus mengetahui peta gerakan kelompok yang menamakan dirinya dengan Salafi.

“Kader-kader muda NU harus mewaspadai berbagai aliran yang kini gencar menyerang ajaran Islam ahlussunah wal jama’ah. Jangan tertipu dengan slogan kembali kepada al-Quran dan hadis jika kemudian menyesatkan dan membid’ahkan amaliyah para ulama. Mereka kaum salafi wahabi tak segan menggunakan berbagai macam tipu daya dan dusta untuk menyesatkan warga nahdliyin,” paparnya di hadapan peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota GP Ansor, Banser, IPNU dan IPPNU Kecamatan Ketanggungan Brebes.

Dalam acara yang digelar pada Minggu siang (24/4/16) di halaman SMA Walisongo Jl Sudirman Ketanggungan Brebes itu, Syaikh Idahram menjelaskan bahwa kelompok wahabi yang mengatasnamakan dirinya dengan “salafi” tindakannya sudah menyimpang dari perilaku ulama salaf.

“Mereka menisbatkan dirinya sebagai ‘salafi’, kadang ‘ahlussunah’, padahal mereka adalah kaum mutaakhirin (belakangan, red) dan jauh dari zaman para ulama salaf. Pemakaian nama ‘ahlussunnah’ mereka gunakan biar dikira paling nyunnah (paling setia terhadap ajaran nabi Muhammad, red), tapi jarang menambahkan kata ‘wal jama’ah’, karena mereka tidak bermadzhab. Sebab menurut salafi wahabi, bermadzhab mengikuti para ulama madzahibul arba’ah adalah bid’ah,” jelasnya. [Ahmad Fauzan-AR/002]