Prof Muhibbin Tulis Buku Tafsir untuk Permudah Memahami Al-Qur’an

0
891
Menyampaikan Isi Buku: Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Muhibbin Noor menyampaikan isi buku karangannya ”tafsir ijmali” pada kesempatan bedah buku tersebut di auditorium kampus 1 Kampus UIN, Senin, (4/4). Foto: Istimewa

 

Semarang, nujateng.com – Pakar ilmu tafsir, Dr. Akhmad Arif Junaidi mengatakan, pada zaman modern ini dibutuhkan tafsir yang mempermudah untuk memahami Al-Quran dengan benar. Karena itu, buku karya Rektor UIN Walisongo, Prof Muhibbin Noor “Tafsir Ijmali; Ringkas, Aktual dan Kontemporer” tepat untuk menjawabnya.

“(Di tangan) Prof Muhibbin, tafsir ijmali menjadi model tafsir baru yang memudahkan orang mencerna isi al-Qur’an dengan bahasa Indonesia,” papar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Semarang ini, disela peluncuran buku “tafsir ijmali’ karya Rektor UIN Semarang ini yang digelar  di Auditorium Kampus 1 UIN, Senin, (4/4).

Pada kesempatan itu hadir pula Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, jajaran dekanat masing-masing fakultas dan segenap civitas akademika UIN Semarang.

Sebagai narasumber bedah buku, hadir dua pakar ilmu tafsir, Dr. Mohamad Arja Imroni dan Dr. Akhmad Arif Junaidi. Diskusi yang berjalan gayeng ini dipandu moderator Dr. Imam Taufiq yang juga Wakil Rektor II UIN Semarang.

Dr. Arif menyampaikan, tafsir ijmali ini merupakan bentuk dari memodernkan kembali tradisi kuno. Sebab selama ini, yang dipahami bahwa tafsir ijmali adalah pola tafsir kuno.

“Saya melihat bahwa tafsir ini tidak sepenuhnya ijmali, tapi ada unsur maudlu’i-nya dan ada juga tahlili-nya. Jadi tepat sekali di era seperti ini lahir tafsir singkat agar orang semakin dekat dengan al-Qur’an,” jelasnya.

Selain Dr. Arif, hadir juga sebagai narasumber pakar ilmu tafsir Dr. Mohamad Arja Imroni. Dr. Arja menyampaikan, karya monumental Prof. Muhibbin ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari latar belakang penulisnya yakni seorag guru besar Ilmu Hadits.

“Mengenal buku tafsir ijmali ini memang harus dikenali penulisnya dulu. Dan ternyata buku ini ditulis secara terpisah termasuk saat kunjungan ke luar negeri,” ujar Dr. Arja yang juga Sekretaris PWNU Jawa Tengah.

Setelah membaca bukunya, Dr. Arja menilai kandungan buku tersebut sangat mendalam. ”Walaupun tafsir ini tidak mencantumkan banyak ayat al-Qur’an, namun inti kupasan kandungan ayat sucinya sangat mendalam,” paparnya.

Dr. Arja menambahkan, jika dikategorisasikan menurut teorinya Farid Essac, maka penulis buku tafsir ijmali ini berada diantara scholarly lover dan critical lover. Meskipun secara umum lebih condong kepada scholarly lover terhadap Al-Quran.

”Artinya, penulis pencinta Al-Quran dengan cara yang akademis, kesarjanaan, bukan uncritical lover,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Rektor mengatakan bahwa karyanya diharapkan bisa menyumbang khazanah kajian Islam. ”buku tafsir ijmali ini diluncurkan dalam rangka menambah khazanah keilmuan (Islam) Nusantara,” papar Prof. Muhibbin yang juga A’wan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah ini.  [Ceprudin/003]