Posisi Lakpesdam Sangat Strategis

0
838

Semarang, nujateng.com – Tanggal  8 April 1985, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Abdurrahman Wahid meneken susunan kepengurusan lajnah baru bernama Lajnah (kemudian menjadi Lembaga) Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) masa  khidmah 1985-1990. Abdullah Syarwani, SH didaulat sebagai pimpinan lembaga baru ini. Masuk dalam struktur pengurus antara lain, MM. Billah, Masdar Farid Mas’udi, Slamet Effendi Yusuf, Mansour Faqih dan lain-lain.

Salah satu kegiatan yang dimandatkan PBNU kepada Lakpesdam antara lain merumuskan sistem pendidikan dan pelatihan ketenagaan dalam rangka pengembangan sumberdaya manusia.

Di Jawa Tengah, nama-nama seperti Mujahirin Thohir, Muksin Jamil dan Imam Yahya tercatat pernah menahkodai lembaga ini. Bidang yang dihadapi Lakpesdam adalah sesuatu yang sangat strategis, melakukan pengkajian dan pengembangan sumberdaya manusia di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Zaman yang terus bergerak menuntut warga NU untuk terus beradaptasi dengan pelbagai perubahan. Respon NU terhadap problem sosial tentu sangat dinantikan.

Misalnya, bagaimana NU meneguhkan jatidirinya sebagai pembela kaum lemah nan tertindas. Jalur perjuangannya tentu bisa sangat beragam, tergantung kemampuan dan kekuatan yang dimiliki.

Menurut Dr. Rumadi, Ketua Lakpesdam PBNU, Lakpesdam bisa menjadi lembaga yang terus menyuarakan nilai Islam aswaja an-nahdliyah, damai, moderat, adil, dan menghargai keragaman Nusantara. “Mensupport PBNU dalam pemberdayaan SDM NU, kajian isu strategis keislaman dan kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tambahnya. [TKh/001]