Marwan Jafar Blusukan di Desa Gogik Kabupaten Semarang

0
801
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar saat melakukan blusukan. Foto: Dokumentasi

Semarang,nujateng.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar melakukan blusukan di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Desa Gogik merupakan desa yang tanahnya subur memiliki potensi pertanian sayur, padi dan anek jenis tanaman yang bernulaui ekonomi.

Begitu sampai di  Desa Gogik, Menteri Marwan langsung sidak kantor Kepala Desa, berdiskusi dengan aparat desa dan melihat laporan dana desa. Menteri Marwan kemudian duduk di kursi yang biasa menjadi tempat kerja perangkat desa dan termasuk pendamping desa.

Menteri Marwan juga sidak kantor kepala desa, berdiskusi dengan aparat desa dan melihat laporan dana desa. Menteri Marwan kemudian duduk di kursi yang biasa menjadi tempat kerja perangkat desa dan termasuk pendamping desa.

“Di sini, ongkos tukang/pekerja berapa?,” tanya menteri Marwan kepada aparat desa setempat, Kamis (14/4).

“Kalau tukang harian ya Rp60 ribu per hari. Kemarin kita buat jalan pakai dana desa, ya satu orang pekerja Rp60 ribu itu sehari,” jawab Syaifuddin, seorang aparat desa.

“Nah. Ini sudah bener. Maksud saya bicara ke mana-mana dana desa dipakai buat infrastruktur seperti ini. Pekerjanya, upahnya kan masyarakat desa yang langsung dapat kerjaan. Kalau Rp60 ribu satu orang, kemudian pekerjanya 50 orang kan lumayan membuka lapangan kerja. Bagi masyarakat itu sangat berarti, buat beli beras, lauk, buat dapur,” kata Marwan.

Di Desa Gogik, Menteri Marwan juga masuk ke ruangan yang diatas pintu masuknya bertuliskan Lembaga Keuangan Desa Samara, Unit Simpan Pinjam. Dalam ruangan yang berukuran dua meter per segi ini, Menteri Marwan membolak-balikkan kertas laporan keuangan unit simpan pinjam tersebut.

“Lembaga keuangan ini unit usaha dari BUMDes Desa Gogik,” tutur Syaifuddin. Dalam sebulan, lanjut dia, laba dari unit usaha ini mencapai Rp4 juta. [003/003]