Kenang Jasa Ulama, UIN Semarang Gelar Kirab Walisongo

0
1071
FOTO BERSAMA: Senator UIN Semarang (dari kiri) Dr H Mohamad Arja Imroni, Dr H Imam Taufiq, Prof H Muhibbin Noor, Dr H Musahadi HAM, Prof H Suparman, danProf. Dr. Abdullah Hadziq saat foto bareng bersama pemeran tokoh ulama Nusantara Walisongo. Foto: Dokumentasi

Semarang, nujateng.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar Kirab Walisongo, Rabu (6/4). Kirab dengan tema Ulama Nusantara ini merupakan puncak kegiatan Dies Natalis ke -46 UIN Semarang. Kirab ini sekaligus mengenang jasa besar ulama Walisongo dalam perjuangan menyebarkan Islam Nusantara.

“Kami mengambil tema tokoh Walisongo ini sebagai simbol nama UIN Walisongo. Para ulama itu mempunyai andil besar dalam perjuangan bangsa Indonesia dan Umat Islam di Nusantara,” papar Rektor UIN Semarang, Prof H Muhibbin Noor, disela pelaksaan kirab nusantara.

Prosesi kirab sendiri dilakukan di kampus 1 UIN Walisongo. Sembilan civitas akademika yang didandani mirip ulama Walisongo berjalan dari gedung rektorat menuju auditorium 1 Kampus UIN. Dibelakangnya turut mengiringi senator UIN semarang, lengkap mengenakan pakaian resminya.

Prof. Muhibbin yang juga A’wan PWNU Jateng menambahkan, kirab Walisongo dilakukan untuk meramaikan Dies Natalis. “Rutenya hanya di sekitaran kampus 1 saja, setelah itu berakhir di aula tempat prosesi upacara Dies Nantalis,” terangnya.

“Alhamdulialh kemarin UIN mendapat predikat lembaga dengan tata administrasi terbaik. Predikat itu diraih setelah dilakukan penilaian terhadap lebih dari 400 satuan kerja di Kementerian Agama,” lanjut Rektor.

Muhibbin menjelaskan dalam usia ke 46, sebagai lembaga yang sudah setahun menjadi UIN ini akan memfokuskan penataan internal. Ia akan mengawal penuh tata tertib admisnistrasi dan peningkatan mutu dosen.

“Kita sudah mengirim banyak dosen ke luar negeri, hasilnya tidak bisa langsung diunduh setelah dosen kembali ke Indonesia. Saya memprediksi akan bisa diunduh setelah dua atau tiga tahun kedepan. UIN Semarang pasti akan mengalami perubahan signifikan kearah yang lebih baik,” imbuhnya.

Ia berpandangan perbaikan kedalam harus dilakukan terlebih dahulu sebelum memperbanyak kerjasama dengan berbagai pihak baik di dalam maupun diluar negeri. Saat ini, pihaknya juga sudah memiliki beberapa jaringan kerjasama baik di level Asia maupun Eropa. [Ceprudin/003]