Gus Mus: Orang Islam itu yang Bertanggungjawab di Negeri Ini

1
1223
Gus Mus saat tampil di acara Mata Najwa. Foto: Capture Video

Semarang, nujateng.com – Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Leteh Rembang, KH. A. Mustofa Bisri, menjadi ramai di media sosial saat takshow Mata Najwa yang disiarkan pada Rabu (13/4) malam. Dari akun resmi Mata Najwa (@MataNajwa), Gus Mus berada di peringkat lima pada trending topic dengan keterangan “Baru Saja Populer” (pukul 20.30 WIB).

Pada acara tersebut, Gus Mus sapaan akrabnya benar-benar memukau, terlebih lagi untuk warga Nahdliyin. Sesaat acara dimulai, Gus Mus merasa resah dengan keadaan Indonesia saat ini.

“Saya itu kan warga negara dunia sebagai manusia, saya adalah warga Indonesia. Saya warga Islam, dan kebetulan tiga-tiganya, sebagai manusia, sebagai orang Indonesia dan sebagai muslim ada keresahan,” tuturnya.

Gus Mus mengilustrasikan kondisi sekarang ini seperti kembali ke jaman Qabil dan Habil. Padahal kita (manusia) sudah melewati rasul-rasul, nabi-nabi sampai Nabi Muhammad SAW, tapi masih tetap saja melakukan perilaku Qabil terhadap Habil untuk saling memangsa. Gus Mus merasa kawatir  kalau semua yang terjadi ini adalah salah satu  dari siksa Allah.

“Seperti dalam kitab suci saya Al Quran, (siksa) itu bisa dari atas atau bawah,” jelasnya.

Perilaku pada jaman Qabil terhadap Habil yang terjadi sekarang ini tidak hanya terjadi di dunia nyata, bahkan juga di dunia maya. Menurut Gus Mus, yang juga Mantan Rais Aam PBNU, perilaku tersebut dikemas dengan sedemikian rupa sehingga akhirnya masing-masing memperlihatkan keganasannya.

“Kita lihat misalnya bukan hannya di alam nyata, di alam maya, fitnah memfitnah sudah luar biasa, dengan meme –meme. misalnya dengan memasang fotonya Nana, bisa dihantam dengan segala macam,” jelas Gus Mus.

Lebih lanjut, Gus Mus menjelaskan bahwa yang paling bertanggung jawab di negeri ini adalah orang Islam. Karena umat Islam itu mayoritas di Indonesia. Namun umat Islam tidak memperlihatkan kegagahannya sebagai mayoritas yang mengayomi dan melindungi.

“Sebagai orang Islam saya berpendapat bahwa orang Islam ini yang paling bertanggung jawab di negeri ini, karena kita memang mayoritas, baik buruknya Indonesia itu tergantung pada mayoritas, tapi kita tidak memperlihatkan kegagahan mayoritas sebagai yang ngayomi yang melindungi. Yang diperlihatkan justru bukan sebagai orang Islam, orang Islam itu ada tatanannya, ada sunnahnya, ada rasulnya sebagai panutan,” jelasnya. [Abdus Salam/003]