Khotmil Qur’an Tangkal Aliran Sesat

0
1024
Santriwati Pondok Pesantren Al Badriyyah melakukan khotmil quran. foto: dokumentasi

Demak, nujateng.com- Pondok Pesantren Al Badriyyah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak kembali menyelenggarakan Haflah at Tasyakkur Khotmil Al Quran ke 40 di halaman pesantren, Selasa (15/3). Acara ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas prestasi santri dalam mengaji dan menghafal al-Qur’an.

Ketua panitia, H. Muhammad Hamam Muhibbin, mengatakan bahwa, selain sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan santri Pesantren Al Badriyyah dalam mengikuti pembelajaran mengkaji Al-Qur’an, kegiatan Khotmil Qur’an ini merupakan wadah syiar tentang perlunya pembelajaran Al-Qur’an dan harus ditangani dengan serius.

“Alhamdulillah, semoga mengaji al-Qur’an di pesantren ini, bisa bermanfaat baik untuk para santri, keluarga, dan masyarakat. Lebih dari itu, amat diutamakan agar ajaran-ajaran al-Qur’an bisa diamalkan,” ujarnya.

Setelah prosesi wisuda  khotimin-khotimat, puncak acara Khotmil Qur’an ini dilanjutkan pengajian akbar oleh Dr. KH. Manarul Hidayat, MA (Ketua Pengurus Lembaga Dakwah NU pusat) berlangsung meriah dan khidmat. Sekitar 2000-an jamaah memadati halaman pesantren Al Badriyyah, baik para wali santri, alumni, dan masyarakat sekitar.

Dalam tausyiahnya KH. Manarul Hidayat menegaskan pentingnya acara khotmil qur’an ini. Para santri yang telah merampungkan (khotmil) Al Quran 30 juz diharapkan mampu menangkal berkembangnya aliran dan faham agama yang menyesatkan di masyarakat melalui pemahamaman makna kandungam Al Quran yang benar dan konperehensif.

Khotmil Qur’an kali ini, jumlah khotimin-khotimat sebanyak 229 santri, dengan rincian, Khotimat bil hifdhi 30 juz 7 santri, Khotimat Binnadzri 64 santri, Khotimat bil hifdzi Juz ‘amma 64 santri, Khotimin bin nadzri 56 santri dan khotimin bil hifdhi juz ‘amma 38 santri. Pengasuh berharap agar para santri terutama kepada santri yang telah hafal  Al Quran 30 juz  tetap berusaha menjaganya  dengan istiqomah.

Khotmil Qur’an sendiri merupakan salah satu tradisi pesantren yang telah berlangsung berabad-abad lamanya. Khotmil Qur’an di pesantren termasuk salah satu ritual sakral, sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan para santri dalam mengkhatamkan al-Qur’an. Demikian, di pesantren tidak hanya menekankan pada kualitas membaca dan tajwidnya, melainkan juga pada silsilah sanad. Sehingga transmisi pembelajaran al-Qur’an yang dilaksanakan oleh Pesantren Al Badriyyah Mranggen tidak abal-abal, tetapi sanad gurunya jelas. [Ben Zabidy/003]