NU Butuh Kader Pengelola Zakat

0
832
Narasumber sedang menerima cenderamata dari ketua panitia Kholidul Adib. Foto: Ichwan

Semarang, nujateng.com Sebagai organisasi dengan jumlah warga sangat banyak, sekaligus memiliki kaum mustahiq (penerima zakat) yang banyak, yaitu fakir dan miskin, NU perlu memiliki sistem pengelolaan zakat yang bagus. Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) harus memiliki tenaga handal dan profesional dalam manajemen zakatnya.

Masalahnya, amil profesional yang ada di Lazisnu saat ini masih banyak orang luar yang direkrut. Bukan tenaga terampil didikan dari lembaga pendidikan milik NU.  Itulah sebabnya Pengurus Wilayah Lazisnu Jawa Tengah mengadakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kaderisasi Amil Zakat.

Bertempat di kantor PWNU Jateng, Jl Dr Cipto 180 Semarang, Ahad (14/2/2016) kemarin, sejak siang hingga larut malam, sebanyak 20 peserta hasil seleksi dididik dalam pelatihan level pertama.

Mereka adalah para mahasiswa yang berniat khidmah untuk umat melalui NU. Setelah melalui seleksi administrasi dan wawancara, para kader muda NU terpilih tersebut disiapkan jadi kader amil zakat yang profesional.

Tiga narasumber memberi pelatihan singkat tersebut, yang nantinya akan dilanjutkan dengan pendidikan yang memadai dengan kurikulum baku dalam masa waktu yang cukup. Ialah Slamat Surachmat, Manajer Operasional Lazis Baiturrahman yang juga sekretaris jenderal Forum Zakat Jawa Tengah. Lalu, Adna Khoirotul A’yun, sekretaris umum Pengurus Pusat Lazisnu, dan ketua Lazisnu Jateng sendiri, H Muhammad Mahsun.

Attiitude is Your Product

Slamet Surachmat menyatakan,  perilaku atau perbuatan amil zakat itulah yang merupakan produk lembaga amil zakat. Karena LAZ adalah “bisnis kepercayaan”, maka pertama yang harus “dijual” ke masyarakat adalah akhlak amilnya. Yaitu orang yang amanah, yang di dalamnya mengandung pengertian orang militan, jujur, cerdas.

“Amil adalah mujahid. Maka satu-satunya cara menjadi amil yang baik adalah punya modal jiwa amanah, bisa dipercaya,” tuturnya.

Ia pun mengutip sebuah hadis Rasulullah dari Imam Ahmad, “Sebaik-baik profesi adalah amil, jika dia ikhlas”. Serta hadis dari Imam Thabrani; “amil yang bekerja lalu dia mengambil dan memberi dengan benar adalah seperti mujahid di jalan Allah sampai ia pulang kepada keluarganya”.

Selain itu ia mengajarkan pembentukan kepribadian amil. Dari aspek penampilan (performance), perilaku profesional ketika menerima tamu, mendatangi muzaki, serta bagaimana menyapa mustahiq.

“Performance seorang amil harus benar-benar dibina. Kita harus tampil bagus dengan style yang sesuai profesi kita. Termasuk harus menguasai public speaking,” tuturnya seraya mengajak peserta praktek langsung walau secara singkat.

Sementara itu, Adna Khoirotul A’yun menekankan perlunya membangun sistem akuntansi yang bagus dengan prinsip keterbukaan. Open manajemen, istilahnya. Dengan laporan keuangan yang transparan, kata dia, Lazisnu akan dipercaya masyarakat.

Terbuka yang dia maksud, adalah terbuka selebar-lebarnya. Yaitu bisa dilihat siapapun kapanpun di manapun. Yaitu laporan keuangannya dipasang di situs internet dan berjalan real time. Sehingga siapapun yang berkepentingan bisa langsung membuka melalui jaringan internet untuk mengetahui kondisi keuangan Lazisnu.

“Sebuah lembaga amil zakat mutlak harus menerapkan manajemen terbuka. Laporan keuangannya harus bisa diakses siapa saja, kapan saja dari mana saja,” jelasnya.

PP Lazisnu, kata dia, telah membentuk manajemen eksekutif diberi nama NU-Care. Dengan Surat Keputusan (SK) Ketua Lazisnu, NU-Care dipimpin oleh seorang direktur yang tugasnya menjalankan program-program Lazisnu.

Adapun Ketua Lazisnu Jateng H Muhammad Mahsun memaparkan hal ihwal normatif yang harus dimengerti dan dikuasai oleh para kader amil zakat. Ia mengajak peserta untuk serius menekuni Lazisnu dan menjadikan sebagai tempat berkarir dalam pilihan profesi saat ini.

“Mari kita serius bekerja untuk umat melalui Lazisnu ini. Jadikan ini profesi pilihan dalam karir pengabdian Anda kepada Allah karena zakat itu rukun Islam perintahnya datang langsung dari Allah,” pungkasnya.  [Ichwan/003]