Indonesia Mempengaruhi Peradaban Dunia

0
857
Dubes Ingrris, Mr. H.E. Moazzam Malik (tengah) sedang melakukan perbincangan dengan tokoh pondok pesantren Futuhiyah. Foto: Dokumentasi

Demak, nujateng.com- Secara keagamaan, Indonesia adalah negara yang berpenduduk umat Islam terbesar di dunia, namun yang menarik dari Indonesia adalah sikap keberagamaan yang inklusif, wajah Islam yang penuh cinta dan damai.

Pernyataan tersebut diungkapkan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Inggris, Mr. H.E. Moazzam Malik dalam kunjungan kerjanya di pondok pesantren Futuhiyah Mranggen, Kabupaten Demak, Senin (22/2).

Selain itu, tambah Moazzam Malik, memilih berkunjung ke sebuah lembaga pendidikan, pesantren karena  melihat Indonesia sebagai sebuah negara yang cukup potensial sekaligus dapat mempengaruhi peradaban dunia. Maka, Moazzam mendorong generasi muda Indonesia agar terus belajar dan belajar demi menyongsong masa depan cerah Indonesia.

“Pada tangan merekalah harapan-harapan masa depan Indonesia dapat terwujud, jika bukan mereka kepada siapa lagi kita patut berharap?” tegasnya.

Sementara itu, salah satu peserta dalam dialog bersama Dubes Inggris tersebut, Abdul Hadi Muthohar, menanyakan tentang kehidupan umat Islam di Inggris dan perkembangan Islam disana yang juga adanya Islam fhobia yang saat ini terjadi di negara-barat

Pertanyaan lain diutarakan, KH. Ali Makhsun, terkait isu-isu internasional dengan sikap kerajaan Inggris pada persoalan antara Palestina dan Israel dalam kancah geo-politik internasional. Ia juga mengusulkan kepada  Dubes Inggris agar sekiranya dapat membantu proses pembelajaran bahasa Inggris di pesantren seluruh Indonesia, dikarenakan bagaimanapun bahasa Inggris sudah menjadi bahasa komunikasi internasional sedangkan anak-anak santri diakui masih sangat minim keahlianya dalam berbahasa Inggris.

Mr. H.E. Moazzam Malik memberikan tanggapan, pada intinya bahwa kerajaan Inggris sangat mendukung kemerdekaan Palestina, sehingga dapat hidup damai bersama dengan Israel. Ia mengungkapkan juga perkembangan Islam di negara Barat terutama di Inggris sangat pesat. Hampir 5% atau kira-kira 3 juta beragama Islam.

“Mereka merupakan keturunan generasi ke 2 dan ke 3. Untuk itulah ia giat mempelajari kehiduapan umat Islam di Indonesia karena menurutnya kehidupan umat Islam Indonesia sangat cocok dan sesuai dengan umat Islam di Inggris baik tentang toleransi dan plurisme,”ujarnya. [Ben Zabidy dan Mohammad Syuhada/003]