Dubes Inggris: Indonesia adalah Sikap Keberagamaan yang Inklusif

0
775
Duta besar kerajaan Inggris, Mr. H.E. Moazzam Malik, saat melakukan kunjungan ke pondok pesantren Futuhiyyah Mranggen. Foto: Ben Zabidy

Demak, nujateng.com- Duta besar kerajaan Inggris, Mr. H.E. Moazzam Malik, melakukan kunjungan ke pondok pesantren Futuhiyyah Mranggen, Kabupaten Demak. Dalam kunjungannya tersebut, bermaksud untuk memperkuat persaudaraan sesama muslim dan hubungan bilateral antara Kerajaan Inggris dan Republik Indonesia, Senin (22/2).

Pengasuh pondok pesantren Futuhiyyah, KH. Muhammad Hanif Muslih, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mr. H.E. Moazzam Malik beserta rombongan yang telah memilih Futuhiyyah sebagai tempat kunjungan di daerah Demak dan sekitarnya.

“Kami sama sekali tidak pernah membayangkan akan kehadiran bapak Dubes Inggris ini di Pesantren Futuhiyyah, sekali lagi kami sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjunganya,” ujarnya.

Sementara itu, Dubes Kerajaan Inggris, Mr. H.E. Moazzam Malik, menyampaikan hal penting dengan bahasa Indonesia dengan lancar. Mengapa sengaja memilih menjadi duta besar Inggris di Indonesia? menurutnya, secara geografis, Indonesia adalah salah satu dari empat negara terbesar di dunia. Secara ekonomi, Indonesia memiliki potensi alam yang berlimpah ruah, sehingga prospek kemajuan ekonominya pun sangat tinggi. Secara politik, Indonesia termasuk negara yang paling demokratis. Dan yang terakhir, secara keagamaan, Indonesia adalah negara yang berpenduduk umat Islam terbesar di dunia, namun yang menarik dari Indonesia adalah sikap keberagamaan yang inklusif, wajah Islam yang penuh cinta dan damai.

”Saya kira, Islam Indonesia inilah yang sangat cocok dengan Islam masyarakat barat, khususnya Inggris,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya tersebut, rombongan Dubes H.E. Moazzam Malik tiba di lingkungan Pesantren Futuhiyyah pada pukul 15.00 WIB disambut dan diiringi irama kasidah Sholawat Badar oleh para santri. Terlihat juga sebagian para santri membawa bendera kecil Merah Putih dan bendera kerajaan Inggris. [Ben Zabidy dan Mohammad Syuhada/003]